Dari Sawah ke Tanah Suci, Perjuangan Nenek Jumaria Menuju Haji 2026 Bikin Haru

Kisah haru Jumaria, petani lansia asal Maros, Sulawesi Selatan, yang akhirnya berangkat haji setelah puluhan tahun menabung dari hasil sawah dan kebun hingga menjadi Ikon Haji 2026 viral di media sosial.

May 17, 2026 12:00 · 5 bulan lalu
Dari Sawah ke Tanah Suci, Perjuangan Nenek Jumaria Menuju Haji 2026 Bikin Haru
Dari Sawah ke Tanah Suci, Perjuangan Nenek Jumaria Menuju Haji 2026 Bikin Haru

INFOBAIK I MADINAH – Kisah perjuangan Jumaria, seorang lansia asal Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, sukses menyentuh hati banyak orang dan viral di media sosial. Di usianya yang hampir 70 tahun, perempuan sederhana yang sehari-hari bekerja sebagai petani itu akhirnya berhasil menapakkan kaki di Tanah Suci setelah puluhan tahun menabung dari hasil sawah dan kebun.

Perjuangan hidup Jumaria bahkan menarik perhatian otoritas Arab Saudi. Sosoknya diangkat menjadi Ikon Haji 2026 setelah kisahnya diunggah melalui kanal resmi @makkahroute dan mendapat rekomendasi dari Kementerian Haji dan Umrah.

Jamaah haji Embarkasi UPG Kloter 14 tersebut menjadi simbol keteguhan dan kesabaran dalam meraih impian berhaji. Di tengah kehidupan yang sederhana dan dijalani seorang diri, Jumaria tetap konsisten menyisihkan penghasilannya sedikit demi sedikit demi memenuhi panggilan Allah ke Tanah Suci.

Tak hanya kisah perjuangannya yang menginspirasi, kondisi fisik Jumaria juga menuai kekaguman. Meski sudah lanjut usia, ia tetap terlihat sehat, bugar, dan kuat menjalani rangkaian ibadah haji.

Banyak jamaah dan netizen menyebut Jumaria sebagai contoh jamaah haji nyata yang memenuhi syarat istithaah atau kemampuan berhaji, baik secara finansial maupun kesehatan fisik dan mental.

“Kisah seperti ini menjadi pengingat bahwa ibadah haji bukan hanya soal biaya, tetapi juga tentang kesabaran, kerja keras, dan keyakinan,” ujar salah satu jamaah asal Indonesia yang juga berada di Madinah.

Viralnya kisah Jumaria juga membuat banyak masyarakat terkesan. Tidak sedikit warganet yang mengaku termotivasi untuk mulai menabung haji sejak dini setelah melihat perjuangan nenek asal Maros tersebut.

Di tengah maraknya kasus keberangkatan haji ilegal dan polemik visa furoda, kisah Jumaria hadir sebagai potret jamaah yang menempuh jalan panjang dengan penuh kesabaran dan kejujuran demi memenuhi rukun Islam kelima.

Kini, setelah bertahun-tahun bekerja di sawah dan kebun, Jumaria akhirnya dapat memandang langsung Masjid Nabawi dan bersiap menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji dengan penuh syukur.

Kisahnya menjadi bukti bahwa mimpi ke Tanah Suci bukan hanya milik orang-orang yang berada, tetapi juga mereka yang mau berjuang tanpa menyerah.