Dedi Mulyadi Gebrak Jawa Barat: Pangkas Dana Rutin, Naikkan Anggaran Infrastruktur 10 Kali Lipat & Luncurkan Asuransi Pekerja Informal!

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi dorong efisiensi fiskal, perlindungan pekerja informal, dan pelestarian budaya Sunda lewat kebijakan progresif.

Nov 7, 2025 13:02 · 11 bulan lalu
Dedi Mulyadi Gebrak Jawa Barat: Pangkas Dana Rutin, Naikkan Anggaran Infrastruktur 10 Kali Lipat & Luncurkan Asuransi Pekerja Informal!
Dedi Mulyadi Gebrak Jawa Barat: Pangkas Dana Rutin, Naikkan Anggaran Infrastruktur 10 Kali Lipat & Luncurkan Asuransi Pekerja Informal!

INFOBAIK I BANDUNG, - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kembali mencuri perhatian publik melalui serangkaian kebijakan progresif yang menekankan efisiensi, keberpihakan pada rakyat kecil, dan pelestarian budaya lokal.

Di tengah penurunan daya dukung fiskal daerah hingga Rp2,5 triliun, Dedi justru meluncurkan program asuransi ketenagakerjaan bagi 1 juta tenaga kerja informal yang meliputi, tukang kebersihan, nelayan, tukang macul, asisten rumah tangga, dan seniman.

 “Ini bentuk keberpihakan kami. Mereka yang bekerja di sektor informal pun harus mendapat perlindungan yang layak,” ujar Dedi 

pada Kegiatan Bakti Negeri Pelaku Seni dan Budaya di Bandung, Jumat (7/11/2025).

Dedi menegaskan bahwa arah pembangunan Jawa Barat kini difokuskan pada kesejahteraan rakyat melalui tata kelola keuangan yang efisien, layanan publik digital, dan percepatan infrastruktur dasar.

 “Kalau membangun dengan banyak uang itu biasa. Tapi kalau kita bisa membangun dengan sedikit uang, itu baru luar biasa,” ujarnya

Sebagai bagian dari reformasi keuangan daerah, Dedi menerapkan sistem work from home (WFH) bagi pegawai yang tidak berinteraksi langsung dengan masyarakat, dan meningkatkan tunjangan lapangan bagi mereka yang bekerja di lapangan.

“Kami memangkas hampir 75 persen dana rutin dan mengalihkannya ke sektor pembangunan,” ungkapnya.

Langkah berani itu menghasilkan penciptaan signifikan diantaranya pembangunan jalan naik dari Rp400 miliar menjadi Rp4 triliun,

irigasi melonjak menjadi Rp500 miliar, jaringan listrik pedesaan meningkat menjadi Rp500 miliar dan rehabilitasi sekolah mencapai Rp1 triliun.

“Target kami, tahun 2027 seluruh infrastruktur dasar di Jawa Barat sudah tuntas,” ujarnya

Dalam sektor transportasi, Pemprov Jabar kini menyiapkan proyek yang bertujuan bersama PPKI untuk membangun konektivitas kereta api Jakarta-Bandung-Banjar-Pangandaran. 

Ada tiga jenis layanan yang akan segera beroperasi diantaranya Kilat Pajajaran – kereta cepat penghubung Jakarta–Banjar,

Kreta Hasil Pertanian – pengangkut produk petani, Jakalalana – kereta wisata Jakarta–Cianjur yang dijadwalkan meluncur pada Desember 2025.

Tak hanya membangun jalan, Dedi juga membangun peradaban.

Melalui Pagelaran Seni keliling Jabar dua kali seminggu yang menampilkan rata-rata 30.000 penonton, ekonomi rakyat berputar cepat.

“Dari acara itu, perputaran uang bisa mencapai Rp100 juta per kegiatan. Saya sudah minta tiap kepala daerah membangun minimal satu desa ekonomi berbasis budaya,” tegasnya

Ia ingin pariwisata Jabar dikembangkan melalui kuliner khas dan kenyamanan wisatawan.

Dedi menegaskan, Jawa Barat harus belajar dari Bali yang mampu mempertahankan jati diri budaya di tengah modernitas.

“Kenapa orang ingat Bali? Karena ada tiga hal: gamelan yang tak pernah berhenti, arsitektur khas, dan aroma dupa. Jabar juga harus punya jati diri,” ujarnya.

Oleh karena itu, seluruh gedung pemerintahan Jabar akan menerapkan arsitektur Sunda dan busana pegawai yang disesuaikan dengan nuansa budaya lokal.

 “Kalau hanya pakai baju kantor biasa, tidak menarik. Tapi kalau pakai kebaya atau pakaian khas daerah, wisatawan pasti penasaran,” jelasnya.

Dedi menambahkan pentingnya menjaga keunikan budaya Sunda agar tidak hilang oleh arus globalisasi. “Beda antara baju Cina, Betawi, dan Sunda. Orang Sunda harus punya kekhasan sendiri agar budaya kita tetap hidup dan membangun karakter daerah,” tutupnya.