DEFEND ID Catat Kontrak Rp113,85 Triliun

RUPS DEFEND ID 2025 mencatat lonjakan laba 430 persen dengan kontrak mencapai Rp113,85 triliun. Holding BUMN pertahanan fokus kuasai teknologi AI, radar, cybersecurity hingga autonomous system untuk memperkuat kemandirian industri pertahanan Indonesia.

May 26, 2026 16:45 · 4 bulan lalu
DEFEND ID Catat Kontrak Rp113,85 Triliun
DEFEND ID Catat Kontrak Rp113,85 Triliun

INFOBAIK I BANDUNG — Holding BUMN industri pertahanan DEFEND ID menegaskan langkah besarnya menuju penguasaan teknologi strategis nasional setelah membukukan kinerja keuangan impresif sepanjang 2025. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2025 yang digelar Selasa (26/5/2026)

Perusahaan mencatat lonjakan laba bersih hingga 430,1 persen sekaligus memperkuat arah transformasi menuju industri pertahanan berbasis teknologi masa depan.

Momentum RUPS tersebut menjadi sorotan penting karena bukan hanya membahas capaian bisnis, tetapi juga memperlihatkan ambisi besar Indonesia dalam membangun kemandirian industri pertahanan modern yang mampu bersaing secara global.

Sebagai holding industri pertahanan nasional, DEFEND ID mengintegrasikan kekuatan PT Len Industri (Persero), PT Pindad, PT Dirgantara Indonesia, PT PAL Indonesia, dan PT Dahana dalam pengembangan sistem pertahanan darat, laut, udara, munisi, hingga elektronika pertahanan.

Sepanjang 2025, DEFEND ID mencatat total kontrak sebesar Rp113,85 triliun. Nilai tersebut berasal dari carry over Rp94,78 triliun dan kontrak baru senilai Rp19,07 triliun. Capaian itu menunjukkan tingginya kepercayaan pasar terhadap kemampuan industri pertahanan nasional dalam menggarap proyek-proyek strategis.

Tak hanya itu, pendapatan usaha perusahaan mencapai Rp20,71 triliun. Sementara laba bersih konsolidasian melesat menjadi Rp913,05 miliar dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka Rp172,24 miliar.

Pertumbuhan signifikan tersebut ditopang peningkatan efisiensi operasional, penguatan sinergi antar-entitas holding, serta optimalisasi pengelolaan proyek strategis nasional.

Di sisi fundamental bisnis, total aset DEFEND ID juga meningkat menjadi Rp66,05 triliun atau tumbuh 18,3 persen dibanding tahun sebelumnya. Adapun total ekuitas mencapai Rp15,23 triliun atau naik 8,2 persen, menandakan struktur keuangan perusahaan semakin solid.

Kinerja tersebut turut memperkuat tingkat kesehatan perusahaan yang kini berada pada kategori BBB+, mencerminkan kondisi bisnis yang sehat dengan prospek pertumbuhan jangka panjang yang menjanjikan.

Menariknya, DEFEND ID kini tidak hanya berfokus pada produksi alat utama sistem persenjataan (alutsista), tetapi juga mulai agresif mengembangkan teknologi strategis masa depan.

Melalui konsep “Asta Cita Len Industri”, perusahaan mulai memperkuat penguasaan teknologi artificial intelligence (AI), semiconductor, command & control system, radar dan electronic warfare system, cybersecurity, teknologi satelit, electro-optic dan sensor technology, hingga autonomous system.

Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa industri pertahanan nasional tengah bergerak menuju era modernisasi berbasis teknologi tinggi.

Direktur Utama PT Len Industri (Persero) Holding DEFEND ID, Prof. Joga Dharma Setiawan, Ph.D., mengatakan capaian tahun 2025 menjadi fondasi penting dalam memperkuat posisi perusahaan sebagai kekuatan teknologi strategis nasional.

“Kinerja positif yang berhasil dicapai pada tahun 2025 merupakan hasil dari transformasi bisnis, penguatan sinergi ekosistem industri pertahanan, serta komitmen seluruh insan perusahaan dalam mendorong kemandirian teknologi nasional. Melalui Asta Cita Len Industri, kami terus memperkuat penguasaan teknologi masa depan guna mendukung daya saing industri nasional dan ketahanan negara,” ujar Joga.

Saat ini DEFEND ID juga diperkuat oleh 11.022 sumber daya manusia, dengan lebih dari 60 persen berada di sektor produksi dan engineering. Komposisi tersebut menunjukkan kuatnya basis manufaktur dan kemampuan rekayasa teknologi yang dimiliki holding industri pertahanan tersebut.

Melalui RUPS Tahun Buku 2025, DEFEND ID menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kemandirian industri pertahanan nasional, meningkatkan tata kelola perusahaan, sekaligus menjadi motor penggerak penguasaan teknologi strategis Indonesia di tengah persaingan global yang semakin kompetitif.