Dimas Anggara Ungkap Tantangan Main Film Horor, Mulai Bidik Karier Sutradara

Dimas mengungkap tantangan bermain film horor dan alasan mulai membidik karier sebagai sutradara dengan pendekatan kreatif yang berbeda.

Sep 5, 2026 20:00 · 1 bulan lalu
Dimas Anggara Ungkap Tantangan Main Film Horor, Mulai Bidik Karier Sutradara
Dimas Anggara Ungkap Tantangan Main Film Horor, Mulai Bidik Karier Sutradara

INFOBAIK I BANDUNG,- Dunia film horor menjadi pengalaman berbeda bagi Dimas setelah sebelumnya lebih banyak bersentuhan dengan genre drama, ia kini harus menghadapi tantangan membangun emosi, rasa takut, hingga ketegangan selama proses produksi film horor.

Dimas mengungkapkan, salah satu tantangan terbesar ketika bermain dalam film horor Aplikasi Iblis adalah bagaimana dirinya benar-benar mampu merasakan emosi yang sesuai dengan karakter dan situasi dalam cerita.

"Emosinya sih, emosinya yang harus ngerasain deg-degannya. Kalau horor itu kan harus ngerasain fight-nya, takutnya," ujar Dimas di Bandung, Sabtu (5/9/2026)

BACA JUGA: Insidious: Out of The Further Tayang di Bioskop, Ini Sinopsis dan Daftar Pemainnya

Ia mengaku pengalaman tersebut cukup menantang karena film horor yang sedang dijalani menjadi salah satu proyek horor keduanya. Karena belum terlalu banyak terlibat dalam produksi film dengan genre tersebut, Dimas harus beradaptasi dengan pendekatan akting yang berbeda.

"Ini juga baru horor kedua aku, jadi nggak banyak syuting film horor," katanya

Menurut Dimas, genre juga turut memengaruhi cara sebuah film diproduksi. Perbedaan tersebut tidak hanya terlihat dari cerita, tetapi juga mencakup pengambilan gambar, adegan, blocking pemain, hingga berbagai elemen pendukung lainnya.

Pengalaman tersebut sekaligus menjadi bekal bagi Dimas yang mulai mempertimbangkan jenjang karier di balik layar sebagai sutradara.

Ia menilai menjadi pemain dan sutradara sama-sama memiliki tantangan serta tanggung jawab masing-masing. Jika pemain dituntut mampu menjalankan karakter dengan baik, sutradara harus memahami keseluruhan proses kreatif sebuah film.

"Saya mau mencoba hal yang baru aja, dan saya ngerasa jenjang karier ke depannya ya sutradara yang saya pilih," tuturnya.

Dimas juga menyadari pendekatan penyutradaraan untuk film horor tidak bisa disamakan begitu saja dengan drama. Menurutnya, drama merupakan fondasi yang dapat ditemukan dalam berbagai genre, sementara genre lainnya menentukan bagaimana cerita tersebut dikemas.

"Drama itu basic dari semua genre. Cuma sisanya kita ngebungkusnya mau pakai dengan genre apa lagi," ujarnya.

Dalam proses penyutradaraan, Dimas mengatakan dirinya banyak berdiskusi dengan kru. Ia mengaku terbiasa bertanya dan meminta masukan dari orang-orang yang terlibat dalam produksi sebelum menentukan keputusan kreatif.

Menurut dia, kolaborasi menjadi bagian penting dalam menghasilkan sebuah film. Sutradara bukan satu-satunya orang yang bekerja dalam proses tersebut, melainkan memiliki peran untuk mengarahkan berbagai gagasan yang datang dari tim.

"Sebenarnya yang kerja itu mereka, bukan aku. Aku yang cuma main aja di sini," kata Dimas.

Selain membahas pengalaman di film horor, Dimas menyoroti cerita Film Aplikasi Iblis yang mengangkat sisi positif dan negatif teknologi. Salah satu gagasan yang ingin disampaikan adalah bagaimana sebuah aplikasi dapat menjauhkan orang yang berada dekat sekaligus mendekatkan orang yang berada jauh.

Melalui cerita tersebut, film yang dibintanginya mencoba memperlihatkan sisi lain dari penggunaan teknologi dalam kehidupan sehari-hari.

Bagi Dimas, keterlibatan dalam film horor sekaligus membuka peluang untuk memperluas pengalaman di industri perfilman. 

Di tengah proses tersebut, ia mulai menatap tantangan baru dengan menjadikan kursi sutradara sebagai salah satu pilihan untuk pengembangan kariernya.