Eko Patrio dan Uya Kuya Dicopot PAN, Golkar Singkirkan Adies Kadir
Keputusan mengejutkan datang dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Amanat Nasional (PAN) yang resmi menonaktifkan dua figur populer, Eko Hendro Purnomo alias Eko Patrio dan Surya Utama alias Uya Kuya, dari Fraksi PAN DPR RI.
INFOBAIK I JAKARTA, – Gemerlap nama besar tak selalu jadi jaminan langgeng di kursi parlemen. Keputusan mengejutkan datang dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Amanat Nasional (PAN) yang resmi menonaktifkan dua figur populer, Eko Hendro Purnomo alias Eko Patrio dan Surya Utama alias Uya Kuya, dari Fraksi PAN DPR RI.
Langkah tegas itu diumumkan pada Minggu (31/8/2025) dan berlaku efektif mulai 1 September 2025.
“Mencermati dinamika dan perkembangan saat ini, DPP PAN memutuskan untuk menonaktifkan Saudaraku Eko Hendro Purnomo (Eko Patrio) dan Saudaraku Surya Utama (Uya Kuya),” bunyi pernyataan resmi PAN.
Bagi publik, keputusan ini terasa dramatis. Pasalnya, baik Eko Patrio maupun Uya Kuya dikenal luas bukan hanya sebagai politisi, tetapi juga artis hiburan yang punya banyak penggemar. Kini, keduanya harus menelan kenyataan pahit: nama besar mereka tak mampu membendung gelombang perubahan di internal partai.
Tak berhenti di situ, Partai Golkar pun ikut membuat gebrakan. Sekjen Golkar, Sarmuji, mengumumkan penonaktifan Adies Kadir dari keanggotaan Fraksi Golkar di DPR RI. Adies bahkan bukan nama sembarangan, ia menjabat sebagai Wakil Ketua DPR RI periode 2024–2029.
“Menonaktifkan saudara Adies Kadir sebagai Anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar, terhitung sejak Senin, 1 September 2025,” tegas Sarmuji.
Langkah ini dikaitkan dengan gelombang kritik publik atas isu tunjangan DPR dan derasnya demonstrasi rakyat dalam beberapa pekan terakhir. Golkar menekankan, keputusan tersebut merupakan bagian dari disiplin internal sekaligus respons atas suara masyarakat.
Sarmuji bahkan menyampaikan rasa duka mendalam atas jatuhnya korban jiwa dalam aksi demonstrasi belakangan ini. “Aspirasi rakyat tetap menjadi acuan utama perjuangan Partai Golkar,” ujarnya.
Runtuhnya tiga nama besar sekaligus – dua artis politik dan satu pimpinan parlemen – menambah babak baru dalam drama politik Senayan. Pertanyaan besar kini menggantung: apakah ini awal dari gelombang bersih-bersih partai politik, atau sekadar langkah simbolis meredam amarah publik?
