Prabowo Kumpulkan Ketum Partai di Istana: DPR Cabut Tunjangan, Aspirasi Rakyat Didengar

Suasana politik nasional memanas pasca gelombang demonstrasi yang melanda berbagai daerah dalam sepekan terakhir.

Sep 1, 2025 09:17 · 1 tahun lalu
Prabowo Kumpulkan Ketum Partai di Istana: DPR Cabut Tunjangan, Aspirasi Rakyat Didengar
Prabowo Kumpulkan Ketum Partai di Istana: DPR Cabut Tunjangan, Aspirasi Rakyat Didengar

INFOBAIK I BANDUNG, – Suasana politik nasional memanas pasca gelombang demonstrasi yang melanda berbagai daerah dalam sepekan terakhir. Di tengah sorotan publik terhadap sikap sejumlah anggota DPR yang dinilai jauh dari aspirasi rakyat, Presiden Prabowo Subianto langsung mengambil langkah cepat dengan mengundang para ketua umum partai politik ke Istana Negara, Minggu (31/8/2025).

Pertemuan itu dihadiri tokoh-tokoh penting Senayan, mulai dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Ketum Golkar Bahlil Lahadalia, Ketum NasDem Surya Paloh, hingga Ketum PKB Muhaimin Iskandar. Hadir pula pimpinan lembaga tinggi negara seperti Ketua DPR RI Puan Maharani dan Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin.

Dalam rapat yang berlangsung tertutup, sejumlah isu krusial menjadi bahan pembahasan: mulai dari evaluasi tunjangan anggota DPR, penindakan aparat yang dinilai berlebihan, hingga instruksi tegas bagi TNI-Polri menghadapi kelompok perusuh.

Prabowo menegaskan pemerintah tetap membuka ruang bagi aspirasi murni rakyat. Namun, ia mengingatkan bahwa perusakan fasilitas umum dan aksi penjarahan tidak bisa ditoleransi. “Aspirasi silakan disampaikan, tapi jangan anarkis. Fasilitas umum itu dibangun dengan uang rakyat. Merusaknya sama saja dengan menghamburkan uang rakyat,” tegas Prabowo.

Lebih jauh, Presiden juga menyampaikan langkah berani: para anggota DPR yang dianggap mencederai kepercayaan rakyat akan dicabut dari kursinya. Ia bahkan menyebut sudah ada indikasi gerakan makar dan terorisme di balik sebagian aksi rusuh yang belakangan terjadi.

Tak hanya itu, Prabowo memerintahkan pimpinan DPR untuk segera membuka pintu dialog bagi mahasiswa dan kelompok masyarakat sipil. “Pintu DPR tidak boleh tertutup. Aspirasi rakyat harus diterima langsung dan ditindaklanjuti,” katanya.

Dengan sikap tegas tersebut, Istana berupaya mengirim sinyal bahwa pemerintah tidak hanya mendengar suara rakyat, tapi juga siap bertindak melawan pihak-pihak yang mencoba mengganggu stabilitas bangsa.