Artis Korea dan Thailand Suarakan Dukungan untuk Demonstran Indonesia

Gelombang protes yang terjadi di Indonesia dalam beberapa hari terakhir ternyata turut menjadi sorotan publik internasional.

Sep 1, 2025 14:00 · 1 tahun lalu
Artis Korea dan Thailand Suarakan Dukungan untuk Demonstran Indonesia
Artis Korea dan Thailand Suarakan Dukungan untuk Demonstran Indonesia

INFOBAIK I BANDUNG, - Gelombang protes yang terjadi di Indonesia dalam beberapa hari terakhir ternyata turut menjadi sorotan publik internasional. Tak hanya media bernyanyi, sejumlah artis dari Korea Selatan hingga Thailand ikut menyuarakan dukungan bagi massa demonstran dan masyarakat Indonesia yang sedang berjuang menyuarakan aspirasinya.

Mengutip CNN Indonesia, aktor Korea Selatan, Joo Yeon-woo, yang dikenal melalui drama My Perfect Stranger dan Study Group, mengunggah gambar Garuda Bhinneka Tunggal Ika di Instagram Story pada Jumat (29/8). Dengan tulisan singkat “Semangat Indonesia” disertai emoji api dan tangan berdoa, unggahan tersebut langsung mendapat respon positif dari para penggemarnya di Indonesia.

Sementara itu, musisi eaJ (Park Jae-hyung), eks DAY6 yang kini berkarier solo, menyoroti langsung kasus tragis terbunuhnya Affan Kurniawan, driver ojek online yang dilindas Rantis Brimob saat demo 28 Agustus.

“Apakah demokrasi benar-benar demokratis jika warga negaranya menjadi martir karena menjalankan hak mereka untuk menunjukkan rasa?” tulis eaJ di akun X pada Jumat (29/8) Ia bahkan menunda jadwal penjualan tiket konsernya di Jakarta demi menghormati situasi, sekaligus menjaga keselamatan para penggemar.

Gelombang dukungan juga datang dari Thailand. Aktor Bonz Nadol Lamprasert dan Mark Siwat Jumlongkul mengunggah gambar burung Garuda hitam yang memuat “RIP Demokrasi Indonesia” dengan latar Gedung DPR yang dipadati massa aksi. Aktris sekaligus model Minnie Phantira Pipityakorn pun menyampaikan pesan menyentuh, “mengirimkan cinta dan kekuatan kepada masyarakat Indonesia” dengan simbol bendera Merah Putih.

Unggahan para seniman ini ramai beredar di media sosial, menampilkan bahwa isu demokrasi Indonesia kini menjadi perhatian daerah. Bagi sebagian pengamat, dukungan internasional semacam ini memperkuat moral massa di dalam negeri sekaligus memberi pesan bahwa suara rakyat Indonesia sedang diamati dunia. 

Gelombang aksi sendiri dimulai pada 25 Agustus dengan tuntutan menolak bantuan fantastis DPR, dilanjutkan pada 28 Agustus yang berujung tragedi, hingga memuncak pada 29 Agustus sebagai bentuk solidaritas atas terbunuhnya Affan. Ribuan pengemudi ojek online bahkan turun disekitar Mako Brimob menuntut keadilan bagi rekan mereka.

Kini, sorotan internasional membuat pemerintah dan DPR tak bisa lagi menganggap aksi ini hanya isu domestik. Publik menunggu apakah suara rakyat yang sudah menggema hingga ke luar negeri akan dijawab dengan langkah nyata, atau sekadar diabaikan.