Ekonomi Jabar Tumbuh 5,79%, Lampaui Rata-Rata Nasional

Ekonomi Jawa Barat tumbuh 5,79% pada Triwulan I-2026, melampaui rata-rata nasional 5,61%. Data terbaru BPS Jabar menunjukkan konsumsi rumah tangga dan mobilitas Lebaran jadi pendorong utama.

May 5, 2026 16:48 · 5 bulan lalu
Ekonomi Jabar Tumbuh 5,79%, Lampaui Rata-Rata Nasional
Ekonomi Jabar Tumbuh 5,79%, Lampaui Rata-Rata Nasional

INFOBAIK I BANDUNG – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat resmi merilis data strategis terbaru mengenai perkembangan ekonomi, ketenagakerjaan, hingga profil kependudukan hasil survei terbaru. Dalam paparan Berita Resmi Statistik (BRS) yang disampaikan oleh Kepala BPS Provinsi Jawa Barat, Margaretha Ari Anggorowati, pada Selasa (5/5/2026), ekonomi Jawa Barat menunjukkan performa tangguh dengan pertumbuhan sebesar 5,79 persen secara tahunan (year-on-year/y-on-y). 

Realisasi pertumbuhan ekonomi sebesar 5,79 persen ini tercatat lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di angka 5,61 persen pada periode yang sama. Jika dibandingkan dengan triwulan IV-2025, ekonomi Jawa Barat tumbuh positif 0,24 persen (q-to-q).

"Kinerja ekonomi Triwulan I-2026 didorong oleh beberapa faktor kunci, di antaranya peningkatan mobilitas masyarakat yang mencapai 56,54 juta perjalanan wisatawan nusantara akibat momen Ramadan dan Idulfitri," ungkap Ari, Selasa (5/5/2026,)

Secara struktur dari sisi lapangan usaha, sektor Industri Pengolahan mendominasi sebesar 39,60 persen, perdagangan sebesar 14,21 persen, pertanian 9,22 persen, konstruksi 8,14 persen, dan transportasi 6,84 persen. Sumber pertumbuhan atau andil yang tertinggi dari sisi lapangan usaha disumbang oleh sektor industri sebesar 1,65 persen, transportasi sebesar 0,81 persen, infokom sebesar 0,58 persen, akomodasi dan mamin sebesar 0,51 persen, dan perdagangan sebesar 0,45 persen.

Sementara struktur dari sisi pengeluaran, Konsumsi Rumah Tangga menjadi motor penggerak utama sebesar 65,22 persen, disusul oleh PMTB sebesar 23,92 persen, konsumsi pemerintah sebesar 5,16 persen, net ekspor sebesar 4,96 persen, dan konsumsi LNPRT sebesar 0,69 persen.

Sumber pertumbuhan atau andil tertinggi dari sisi pengeluaran disumbang oleh konsumsi rumah tangga sebesar 3,27 persen, konsumsi pemeritanh sebesar 1,82 persen, PMTB sebesar 1,06 persen, dan kosumsi LNPRT sebesar 0,04 persen.

Berdasarkan pulau, kontribusi pertumbuhan ekonomi di Pulau Jawa mendominasi sebesar 57,24 persen dari total nasional, diikuti Pulau Sumatera sebesar 22,07 persen, Pulau Kalimantan sebesar 7,99 persen, Pulau Sulawesi sebesar 7,12 persen, Pulau Bali & Nusa Tenggara sebesar 2,80 persen, dan Pulau Maluku & Papua sebesar 2,77 persen.

Di Pulau Jawa, pertumbuhan ekonomi secara (year-on-year) tertinggi terjadi di Jawa Timur sebesar 5,96 persen, diikuti Jawa Tengah sebesar 5,89 persen, DI Yogyakarta sebesar 5,84 persen, Jawa Barat sebesar 5,79 persen, DKI Jakarta sebesar 5,59 persen, dan Banten sebesar 5,64 persen.