Ekonomi RI Makin Kinclong: IHSG Cetak All Time High, Kapitalisasi Pasar Rp14.377 Triliun

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan stabilitas sektor jasa keuangan (SJK) tetap terjaga di tengah dinamika global dan domestik. Hal ini terungkap dalam Rapat Dewan Komisioner Bulanan OJK yang digelar pada 27 Agustus 2025.

Sep 11, 2025 10:12 · 1 tahun lalu
Ekonomi RI Makin Kinclong: IHSG Cetak All Time High, Kapitalisasi Pasar Rp14.377 Triliun
Ekonomi RI Makin Kinclong: IHSG Cetak All Time High, Kapitalisasi Pasar Rp14.377 Triliun

INFOBAIK I BANDUNG,- : Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan stabilitas sektor jasa keuangan (SJK) tetap terjaga di tengah dinamika global dan domestik. Hal ini terungkap dalam Rapat Dewan Komisioner Bulanan OJK yang digelar pada 27 Agustus 2025.

Di tengah perekonomian global, pasar keuangan Indonesia justru menunjukkan kinerja yang mengesankan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah di level 8.022,76, dengan kapitalisasi pasar menembus Rp14.377 triliun. Per Agustus 2025, IHSG ditutup di level 7.830,49 atau menguat 4,63 persen (mtd) dan 10,60 persen (ytd). Dengan IHSG menembus level all time high, arus masuk asing kembali deras, serta jumlah investor domestik yang terus melonjak, pasar keuangan Indonesia di bawah pengawasan OJK menunjukkan ketahanan yang kuat. Hal ini sekaligus menjadi sinyal bahwa prospek perekonomian nasional tetap kokoh di tengah perlindungan global.

 “Fundamental ekonomi Indonesia yang solid dan ekspektasi pasar keuangan global menjadi penopang utama kinerja pasar modal,” jelas Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan dan Komunikasi OJK, M. Ismail Riyadi, Kamis (11/9/2025) 

Setelah sempat melakukan aksi jual dua bulan sebelumnya, investor asing kembali menunjukkan minatnya. Arus masuk tercatat sebesar Rp10,96 triliun di Agustus 2025, meskipun secara tahunan masih mencatat penjualan bersih Rp50,95 triliun. Hal ini dinilai sebagai sinyal positif kepercayaan global terhadap prospek perekonomian Indonesia.

Di pasar obligasi, indeks pasar obligasi ICBI juga menguat 1,62 persen mtd atau 8,40 persen ytd ke level 425,63. Investor non-residen tercatat memborong SBN dengan net buy Rp18,14 triliun sepanjang Agustus.

Jumlah investor di pasar modal juga melonjak signifikan. Hingga akhir Agustus 2025, total investor mencapai 18,02 juta, naik 21,18 persen (ytd) atau bertambah 3,15 juta investor baru.

Sementara itu, nilai Asset Under Management (AUM) industri pengelolaan investasi mencapai Rp885,95 triliun, naik 5,80 persen (ytd). Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksa dana juga naik 10,25 persen (ytd) menjadi Rp550,43 triliun.

Kondisi global turut memberi dorongan. IMF merevisi ke atas perkiraan pertumbuhan ekonomi dunia 2025 menjadi 3,0 persen, sementara WTO memperkirakan perdagangan global tahun ini tumbuh 0,9 persen. Kebijakan fiskal yang akomodatif dan meredanya ketegangan perang dagang AS dengan negara BRICS juga meningkatkan optimisme pasar.

Meski stabilitas terjaga, OJK tetap memperketat pengawasan. Selama Agustus 2025, OJK menjatuhkan sanksi administratif berupa denda Rp4,03 miliar kepada 10 pihak, serta memberikan perintah dan peringatan tertulis. Secara akumulatif, sejak awal tahun 2025 OJK telah menjatuhkan sanksi administratif senilai lebih dari Rp23,4 miliar di sektor pasar modal.