Electrifying Agriculture Dongkrak Produktivitas Petani dan Ekonomi Desa
PLN UIP JBT menyalurkan bantuan Electrifying Agriculture kepada Kelompok Tani Tawekal di Cianjur. Program ini meningkatkan produktivitas pertanian, mendukung ketahanan pangan nasional, serta mempercepat transformasi pertanian berbasis listrik.
INFOBAIK I BANDUNG, – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah (UIP JBT) terus memperkuat transformasi sektor pertanian melalui program Electrifying Agriculture yang mendorong pemanfaatan energi listrik untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.
Komitmen tersebut diwujudkan dengan menyalurkan bantuan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) kepada Kelompok Tani Tawekal di Desa Cibarengkok, Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur.
Program ini menjadi bagian dari langkah strategis PLN dalam mendukung modernisasi pertanian nasional sekaligus memperkuat ketahanan pangan melalui pemanfaatan teknologi berbasis listrik yang lebih efisien dan berkelanjutan.
General Manager PT PLN (Persero) UIP Jawa Bagian Tengah, Kishartanto Purnomo Putro, menegaskan bahwa sektor pertanian memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas ekonomi dan ketahanan pangan nasional. Karena itu, PLN terus menghadirkan berbagai inovasi yang membantu petani meningkatkan efisiensi usaha dan hasil produksi.
“Melalui program Electrifying Agriculture, PLN mendorong transformasi sektor pertanian menuju sistem yang lebih modern, efisien, dan produktif. Pemanfaatan energi listrik kami harapkan mampu meningkatkan hasil produksi sekaligus menekan biaya operasional sehingga memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Kishartanto, Rabu (24/6/2026).
Dalam program tersebut, PLN menyalurkan bantuan sarana pendukung pertanian berbasis listrik yang akan dimanfaatkan oleh anggota Kelompok Tani Tawekal untuk menunjang berbagai aktivitas usaha tani. Kehadiran teknologi berbasis listrik diharapkan mampu mempercepat proses produksi, meningkatkan efektivitas kerja, dan memperkuat daya saing sektor pertanian lokal.
Ketua Kelompok Tani Tawekal, Saepuloh, menyambut positif bantuan yang diberikan PLN. Menurutnya, dukungan tersebut akan memberikan manfaat besar bagi petani dalam meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil pertanian.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada PLN UIP Jawa Bagian Tengah atas bantuan yang diberikan. Program ini sangat membantu kelompok tani dalam meningkatkan produktivitas pertanian dan memberikan nilai tambah bagi hasil usaha yang kami kelola,” kata Saepuloh.
Selain meningkatkan produktivitas, program Electrifying Agriculture juga mendukung agenda transisi energi nasional di sektor produktif masyarakat. PLN mendorong penggunaan peralatan berbasis listrik untuk menggantikan teknologi konvensional yang selama ini digunakan petani sehingga proses produksi menjadi lebih hemat energi, lebih ramah lingkungan, dan lebih kompetitif.
Langkah tersebut sejalan dengan upaya PLN untuk menghadirkan energi yang tidak hanya berfungsi sebagai sumber penerangan, tetapi juga menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.
Dengan pemanfaatan listrik di sektor pertanian, petani dapat meningkatkan kapasitas produksi sekaligus membuka peluang usaha yang lebih luas.
