Bandung Startup Pitching Day 2026 Pertemukan 21 Startup dan 15 Investor Nasional

Bandung Startup Pitching Day 2026 mempertemukan 21 startup inovatif dengan 15 investor dan venture capital nasional. SBM ITB dan DKST ITB mendorong investasi, hilirisasi riset, pengembangan AI, agritech, energi, serta penguatan ekosistem startup Indonesia menuju pertumbuhan ekonomi digital berkelanjutan.

Jun 25, 2026 16:00 · 3 bulan lalu
Bandung Startup Pitching Day 2026 Pertemukan 21 Startup dan 15 Investor Nasional
Bandung Startup Pitching Day 2026 Pertemukan 21 Startup dan 15 Investor Nasional

INFOBAIK I BANDUNG – Ekosistem startup Indonesia kembali menunjukkan geliat positif. The Greater Hub SBM ITB bersama Direktorat Kawasan Sains dan Teknologi (DKST) ITB, Startup Bandung, Innovation Factory, Geek Hunter, dan Artha Enterprise menyelenggarakan Bandung Startup Pitching Day (BSPD) 2026 di Auditorium Nemangkawi SBM ITB, Rabu (24/6/2026).

Mengusung tema “Impactful Innovation and Beyond” serta menghadirkan sesi khusus Artha Speed Dating, BSPD 2026 mempertemukan 21 startup potensial dengan 15 venture capital dan investor nasional untuk mempercepat kolaborasi, investasi, dan pengembangan bisnis berbasis inovasi.

Sejumlah investor yang hadir antara lain Angin Foundation, BNI Ventures, Mandiri Capital Indonesia, Rahmania Islamic Social Ventures, Spill Ventures, TNYI, Telkomsel Ventures, MDI Ventures, Impacto, Hasan VC, Genesia Ventures, Init-6 Ventures, dan DSX Ventures.

Koordinator The Greater Hub ITB sekaligus perwakilan SBM ITB, Dr. Dina Dellyana, S.Farm., Apt., MBA, menegaskan bahwa BSPD 2026 menjadi jembatan penting yang menghubungkan startup hasil inkubasi dengan kebutuhan industri dan pasar yang terus berkembang.

"Kami berharap acara ini dapat menjadi kesempatan bagi startup untuk terhubung langsung dengan para investor. Setiap masukan yang diberikan sangat berharga, tidak hanya selama sesi pitching berlangsung, tetapi juga setelah acara ini berakhir," ujar Dina.

Menurutnya, akses terhadap investor dan jaringan industri menjadi faktor krusial yang menentukan percepatan pertumbuhan startup di tengah persaingan ekonomi digital yang semakin ketat.

Deputy Director for Area Business Development DKST ITB, Melia Famiola, S.TP., M.T., Ph.D., menekankan bahwa perguruan tinggi harus memainkan peran lebih besar dalam mengubah hasil riset menjadi produk dan layanan yang mampu menciptakan nilai ekonomi nyata.

"Perguruan tinggi perlu menjadi motor penggerak inovasi dengan menerjemahkan hasil riset menjadi solusi yang nyata, membawanya ke masyarakat dan pasar, memperluas dampaknya, serta menciptakan nilai ekonomi dan sosial yang berkelanjutan," kata Melia.

Ia menjelaskan bahwa hilirisasi riset menjadi langkah strategis untuk memperkuat daya saing nasional sekaligus menciptakan lapangan kerja baru berbasis teknologi dan inovasi.

Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Akademik SBM ITB, Dr. rer. pol. Eko Agus Prasetio, S.T., MBA, menyatakan bahwa ketidakpastian ekonomi global justru membuka peluang bagi para wirausahawan untuk menghadirkan solusi yang relevan dan bernilai tinggi.

"Di tengah kondisi yang penuh volatilitas dan ketidakpastian seperti saat ini, semangat kewirausahaan tetap tumbuh karena adanya keberanian untuk melihat peluang dan menghadapi tantangan. Kami juga mengapresiasi seluruh mitra yang terus menunjukkan komitmen dan kolaborasinya dalam mendukung perkembangan startup dan inovasi," ujarnya.

Sebanyak 21 startup tampil dalam ajang BSPD 2026 dengan membawa berbagai solusi inovatif dari sektor pendidikan, teknologi digital, kecerdasan buatan (AI), agritech, energi, hingga pengembangan sumber daya manusia.

Startup yang berpartisipasi meliputi Aleya, ADACareer, Agroboot, Batari Energy, Caraku Academy, COFRE, Concorde Systems, Distrova, Garapdata, Glowhub, HeyAI, KILATSOON, Mantis Agritech, Navigasee, NutriAI, SocialPet.ID, Titik0, TOFLY, WearaTech, Welo Hub, dan Zyx Academy.

Setelah melalui proses pitching dan evaluasi oleh para investor, BSPD 2026 menetapkan sejumlah startup terbaik. KILATSOON meraih penghargaan The Most Innovative Startup berkat terobosan inovasinya, TOFLY memenangkan kategori The Best Pitch karena kemampuan presentasi bisnis yang kuat, WearaTech memperoleh penghargaan The Most Impactful Startup atas dampak sosial dan ekonominya, sedangkan Batari Energy dinobatkan sebagai The Most Marketable Startup karena dinilai memiliki peluang komersialisasi yang tinggi.

Pada sesi Artha Speed Dating, Flame Street Indonesia berhasil meraih posisi Winner. Tanabur menempati posisi 1st Runner Up dan Natance Corporation meraih penghargaan 2nd Runner Up setelah menunjukkan potensi kolaborasi dan daya tarik bisnis yang kuat di hadapan investor.

BSPD 2026 mempertegas posisi Bandung sebagai salah satu pusat pertumbuhan startup dan inovasi nasional. Kehadiran investor, akademisi, startup, dan pelaku industri dalam satu forum menciptakan peluang percepatan investasi sekaligus memperkuat ekosistem kewirausahaan berbasis teknologi di Indonesia.

Melalui ajang ini, SBM ITB tidak hanya mendorong lahirnya perusahaan rintisan baru, tetapi juga mempercepat transformasi hasil riset menjadi solusi yang mampu menjawab tantangan masyarakat, memperkuat daya saing industri, dan menghasilkan dampak ekonomi berkelanjutan bagi Indonesia.