Fenomena Langit Januari, Hujan Meteor hingga Planet Terang Hiasi Awal Tahun

Fenomena Langit Januari: Hujan Meteor hingga Planet Terang Hiasi Awal Tahun Bulan Januari menghadirkan deretan fenomena astronomi menarik yang sayang dilewatkan oleh para pengamat langit.

Jan 25, 2026 20:00 · 8 bulan lalu
Fenomena Langit Januari, Hujan Meteor hingga Planet Terang Hiasi Awal Tahun
Fenomena Langit Januari, Hujan Meteor hingga Planet Terang Hiasi Awal Tahun

INFOBAIK I BANDUNG,- Fenomena Langit Januari: Hujan Meteor hingga Planet Terang Hiasi Awal Tahun

Bulan Januari menghadirkan deretan fenomena astronomi menarik yang sayang dilewatkan oleh para pengamat langit. Mulai dari hujan meteor spektakuler, penampakan planet paling terang, hingga fase Bulan yang ideal untuk pengamatan benda langit redup, semuanya terlihat di awal tahun ini.

Dirangkum detikINET dari SeaSky, agenda berikut peristiwa langit utama yang dapat diamati sepanjang bulan Januari.

3-4 Januari - Hujan Meteor Kuadrantid

Hujan meteor Quadrantids menjadi pembuka tahun yang menjanjikan. Fenomena ini tergolong di atas rata-rata, dengan potensi hingga 40 meteor per jam di puncaknya.

Quadrantids diyakini berasal dari butiran debu yang ditinggalkan oleh komet punah 2003 EH1, yang ditemukan pada tahun 2003. Hujan meteor ini berlangsung setiap tahun pada tanggal 1-5 Januari, dan mencapai puncaknya malam 3 Januari hingga dini hari 4 Januari.

Kabar baiknya, Bulan sabit akan terbenam lebih awal, sehingga langit relatif gelap dan ideal untuk pengamatan. Waktu terbaik menyaksikannya adalah setelah tengah malam dari lokasi gelap. Meteor akan tampak muncul dari rasi Bootes, tetapi bisa muncul di bagian langit mana pun.

10 Januari - Venus di Elongasi Timur Terbesar

Pada 10 Januari, planet Venus mencapai elongasi timur terbesar, berjarak 47,2 derajat dari Matahari. Ini adalah waktu terbaik untuk mengamati Venus, karena posisinya paling tinggi di atas cakrawala di langit senja.

Venus akan tampak sebagai objek yang sangat terang di langit barat setelah Matahari terbenam, mudah dikenali bahkan dengan mata telanjang.

13 Januari - Bulan Purnama (Bulan Serigala)

Fase Bulan Purnama terjadi pada tanggal 13 Januari pukul 22.28 UTC, ketika Bulan berada di sisi berlawanan Bumi dari Matahari dan seluruh permukaannya tampak terang.

Bulan purnama Januari dikenal oleh suku-suku asli Amerika Utara dengan sebutan Wolf Moon, karena pada periode ini kawanan serigala yang kelaparan sering melolong di sekitar organisasi. Bulan ini juga punya sebutan lain Old Moon dan Moon After Yule.

16 Januari - Mars di Oposisi

Pada tanggal 16 Januari, planet Mars berada pada posisi kontras, artinya berada paling dekat dengan Bumi dan sepenuhnya diterangi Matahari. Pada saat ini, Mars akan tampak paling terang sepanjang tahun dan dapat diamati sepanjang malam.

Ini merupakan waktu terbaik untuk mengamati dan memotret Mars. Dengan teleskop ukuran sedang, pengamat dapat melihat beberapa detail gelap di permukaan Mars yang berwarna jingga kemerahan.

29 Januari - Bulan Baru

Januari ditutup dengan fase Bulan Baru pada 29 Januari pukul 12.37 UTC. Pada fase ini, Bulan berada di sisi yang sama dengan Matahari sehingga tidak terlihat di langit malam.

Kondisi tanpa cahaya Bulan menjadikan momen ini waktu terbaik dalam sebulan untuk mengamati objek langit redup, seperti galaksi dan gugus bintang, karena tidak ada gangguan cahaya Bulan.

Januari menjadi bulan yang ideal bagi pengamat langit, dengan kombinasi hujan meteor terang, planet yang mudah diamati, serta fase Bulan yang mendukung astronomi visual. Cukup cari lokasi gelap dan langit cerah untuk menikmati hiburan kosmik di awal tahun.