Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Lantik Kepala BPKP Baru, Fokus Cegah Belanja Tak Penting di APBD
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengukuhkan Ikhwan Mulyawan sebagai Kepala Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Jawa Barat
INFOBAIK I BANDUNG, - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengukuhkan Ikhwan Mulyawan sebagai Kepala Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Jawa Barat di Bale Pakuan, Kota Bandung, Rabu (20/8/2025).
KDM - sapaan Gubernur Dedi - berharap BPKP Jabar di bawah kepemimpinan baru semakin cermat dalam perencanaan, khususnya dalam menyebarkan anggaran Pemda Provinsi Jabar sebelum diserahkan ke DPRD.
“Harapannya nanti kita bersama cermat dalam perencanaan. Misalnya kebijakan Gubernur hari ini adalah evaluasi anggaran yang pra dilakukan sebelum APBD diserahkan ke DPRD,” ujarnya
Menurutnya, potensi penyimpangan dalam pengelolaan keuangan daerah lebih banyak terjadi pada aspek belanja yang tidak penting, bukan pada regulasi proyek
“Kita juga sebenarnya sudah melakukan pencegahan penyimpangan pengelolaan keuangan, karena penyimpangan keuangan itu yang paling besar bukan pada aspek regulasi proyeknya tapi pada aspek belanja yang tidak penting,” jelasnya.
KDM menambahkan, BPKP Jabar selama ini menjadi mitra strategis dalam menelaah berbagai kebijakan daerah, mulai dari perencanaan anggaran, pelaksanaan program, hingga evaluasi.
Tujuannya agar belanja daerah dapat memberikan stimulus bagi pertumbuhan ekonomi, penyediaan lapangan kerja, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta kualitas pendidikan dan kehidupan masyarakat.
“Karena itu yang menjadi organisasi utama Pemda Provinsi Jabar dalam melakukan pengelolaan fiskal,” ujarnya
Pengukuhan Kepala Perwakilan BPKP Jabar tersebut juga menghadirkan sejumlah bupati dan wali kota. KDM berharap, pada penyusunan anggaran 2026, seluruh 27 pemerintah daerah di Jabar menyerahkan rancangan anggaran terlebih dahulu kepada Gubernur.
Setelah itu, Pemdaprov Jabar bersama BPKP akan melakukan audit perencanaan agar selaras dengan visi misi kepala daerah sekaligus sejalan dengan arah kebijakan nasional.
“Sesuai tidak dengan prinsip dasar menyelesaikan masalah layanan dasar masyarakat seperti pendidikan, kesehatan, infrastruktur karena itu yang menjadi fokusnya,” ujar KDM.
