Harga Pangan Turun, Jawa Barat Awali 2026 dengan Deflasi 0,09 Persen

Jawa Barat mencatat deflasi 0,09 persen pada Januari 2026. Turunnya harga cabai, ayam ras, dan bawang merah jadi pendorong utama deflasi.

Feb 2, 2026 14:09 · 8 bulan lalu
Harga Pangan Turun, Jawa Barat Awali 2026 dengan Deflasi 0,09 Persen
Harga Pangan Turun, Jawa Barat Awali 2026 dengan Deflasi 0,09 Persen

INFOBAIK I BANDUNG,– Mengawali tahun 2026, perekonomian Jawa Barat menunjukkan sinyal positif dengan terjadinya deflasi sebesar 0,09 persen secara Month to Month (mtm) pada Januari 2026. 

Penurunan harga sejumlah kebutuhan pokok menjadi faktor utama yang menekan laju inflasi di provinsi dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia tersebut.

Hal ini disampaikan Ketua Tim Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat, Ninik Anisah, dalam rilis Berita Resmi Statistik yang digelar di Kantor BPS Jawa Barat, Senin (2/2/2026).

Menurut Ninik, deflasi terutama didorong oleh kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami penurunan indeks harga sebesar 0,91 persen, dengan andil deflasi mencapai 0,28 persen. 

Selain itu, Kelompok Transportasi juga mencatat deflasi sebesar 0,26 persen, meski memberikan andil inflasi sebesar 0,03 persen.

“Secara komoditas yang memberikan andil deflasi terbesar antara lain cabai merah sebesar 0,10 persen, kemudian cabai rawit, daging ayam ras, dan bawang merah masing-masing sebesar 0,06 persen, serta telur ayam ras sebesar 0,04 persen,” jelas Ninik.

Turunnya harga komoditas pangan tersebut dinilai memberikan ruang sejuk bagi masyarakat, terutama setelah periode akhir tahun yang kerap disebut tekanan harga akibat meningkatnya permintaan.

Meski begitu, BPS mencatat masih beberapa komoditas yang menyumbang andil inflasi pada Januari 2026. Komoditas tersebut antara lain emas perhiasan dengan andil inflasi 0,18 persen, serta tomat, ikan kembung, bawang putih, dan beras yang masing-masing menyumbang andil inflasi sebesar 0,01 persen.

Secara spasial, hampir seluruh kabupaten dan kota pantauan inflasi di Jawa Barat mengalami deflasi. Deflasi terdalam terjadi di Kota Cirebon sebesar 0,44 persen, disusul Kota Bogor dan Kabupaten Subang masing-masing 0,21 persen, Kota Depok 0,16 persen, Kabupaten Bandung 0,15 persen, serta Kota Bandung dan Kabupaten Majalengka masing-masing 0,09 dan 0,11 persen.

Deflasi juga tercatat di Kota Sukabumi sebesar 0,03 persen dan Kota Tasikmalaya sebesar 0,05 persen. Sementara itu, Kota Bekasi menjadi satu-satunya daerah yang mengalami inflasi, yakni sebesar 0,07 persen.

Deflasi capaian pada awal tahun ini mencerminkan terjaganya pasokan dan stabilitas harga, khususnya strategi komoditas pangan di Jawa Barat. Kondisi ini diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat sekaligus menjadi fondasi yang positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah sepanjang tahun 2026.