Induk Lumba-Lumba Bawa Jasad Anaknya Selama 6 Hari Melintasi Samudra Hindia
Induk lumba-lumba bernama Fraggle membawa jasad anaknya selama enam hari melintasi Samudra Hindia.
INFOBAIK I CANBERRA – Ikatan induk dan anak kembali menjadi sorotan setelah seekor lumba-lumba bernama Fraggle terlihat membawa jasad anaknya selama enam hari melintasi Samudra Hindia.
Rekaman drone yang dibuat Geographe Marine Research memperlihatkan Fraggle terus berenang sambil membawa bayinya yang baru berusia sekitar dua minggu.
Peristiwa tersebut menarik perhatian karena Fraggle sebelumnya telah kehilangan empat anak. Kawanan lumba-lumba yang berjumlah 14 ekor juga mengikuti perjalanan Fraggle dan berenang di sekitarnya selama masa tersebut.
Para peneliti menduga kondisi kesehatan anak Fraggle mengalami masalah sebelum kematian. Mereka mencatat anak lumba-lumba itu memiliki laju pernapasan yang tinggi. Kelahiran pada musim dingin di wilayah tersebut juga menghadirkan tantangan bagi kelangsungan hidup anak lumba-lumba, terutama terkait kondisi pernapasan.
Peneliti telah menemukan perilaku serupa pada sejumlah spesies cetacea, termasuk lumba-lumba dan paus. Beberapa induk membawa jasad anaknya selama berjam-jam bahkan berhari-hari setelah kematian.
Para ilmuwan menyebut perilaku tersebut sebagai bentuk perhatian pascakematian. Studi yang terbit di jurnal Zoology pada 2018 mencatat sedikitnya 20 spesies cetacea menunjukkan perilaku yang menyerupai respons berkabung.
Sebagian besar spesies dalam temuan tersebut berasal dari kelompok lumba-lumba. Peneliti mengaitkan perilaku itu dengan struktur sosial cetacea yang kompleks.
Lumba-lumba hidup dalam kelompok dan membangun hubungan sosial yang kuat. Kondisi tersebut membuat para ilmuwan terus mempelajari bagaimana mereka merespons kematian anggota kelompoknya.
Membawa Jasad Menguras Energi
Membawa jasad dalam waktu lama membuat lumba-lumba harus mengeluarkan energi besar. Jasad juga mengganggu bentuk tubuh aerodinamis yang mereka gunakan untuk berenang dan dapat menghambat aktivitas mencari makanan.
Namun, sejumlah peneliti melihat perilaku tersebut sebagai indikasi adanya ikatan sosial yang kuat. Meski demikian, ilmuwan belum menyimpulkan bahwa lumba-lumba mengalami duka dengan cara yang sama seperti manusia.
Perilaku setiap individu juga berbeda. Dalam banyak kasus, kelompok cetacea meninggalkan jasad individu yang mati dan melanjutkan aktivitasnya.
Kisah Fraggle mengingatkan pada Tahlequah, induk orca yang pernah membawa jasad anaknya selama 17 hari. Tahlequah menempuh perjalanan sekitar 1.609 kilometer sebelum akhirnya melepaskan jasad tersebut.
Video Fraggle Viral di Media Sosial
Rekaman Fraggle yang membawa anaknya kemudian menyebar luas di media sosial. Banyak pengguna internet mengaku tersentuh ketika melihat perjuangan induk lumba-lumba tersebut.
Peristiwa itu juga memicu perbincangan tentang hubungan induk dan anak pada hewan laut serta kemampuan sejumlah cetacea menunjukkan perilaku sosial yang kompleks.
Para ilmuwan hingga kini terus mempelajari perilaku cetacea untuk memahami hubungan sosial, komunikasi, dan respons mereka terhadap kematian anggota kelompok.
