Infrastruktur Listrik Perkuat Potensi Wisata Geopark Ciletuh

Penguatan infrastruktur kelistrikan Jampang Kulon dinilai dapat mendukung pengembangan Geopark Ciletuh dan mendorong pertumbuhan ekonomi pariwisata, UMKM, perikanan, serta sektor produktif di Selatan Sukabumi.

Oct 5, 2026 12:00 · 1 hari lalu
Infrastruktur Listrik Perkuat Potensi Wisata Geopark Ciletuh
Bio Farma Group Perkuat Ketahanan Kesehatan Nasional melalui Kolaborasi Global Pengembangan Antivirus Influenza Bandung, 30 September 2026 – PT Bio Farma (Persero) terus memperkuat perannya sebagai holding BUMN Farmasi dalam membangun ekosistem kesehatan nasional yang mandiri, inovatif, dan berdaya saing global. Komitmen tersebut diperkuat oleh keberhasilan PT Kimia Farma (Persero) Tbk. (KAEF), sebagai bagian dari Bio Farma Group, memperoleh sublisensi (sublicense) dari Medicines Patent Pool

INFOBAIK I BANDUNG, - Pengembangan destinasi wisata di kawasan Selatan Kabupaten Sukabumi dinilai membutuhkan dukungan infrastruktur energi yang andal agar aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar kawasan wisata dapat tumbuh lebih luas. 

Penguatan sistem kelistrikan di Jampang Kulon menjadi salah satu fondasi yang dinilai dapat mendukung potensi tersebut, termasuk pengembangan Geopark Ciletuh sebagai aset pariwisata daerah.

Pengamat Ekonomi Universitas Pasundan (Unpas) Acuviarta Kartabi mengatakan ketersediaan dan keterjangkauan pasokan listrik merupakan bagian penting dalam menggerakkan perekonomian daerah.

“Upaya untuk menggerakkan ekonomi salah satunya melalui ketersediaan dan keterjangkauan pasokan listrik,” kata Acuviarta, Minggu (4/10/2026)

BAC JUGA:Pipanisasi PLN Dorong Ekonomi 175 Kepala Keluarga di Jaringan Transmisi Jampang Kulon

Menurut dia, fungsi listrik kini telah berkembang dari sekadar memenuhi kebutuhan rumah tangga menjadi infrastruktur pendukung berbagai aktivitas ekonomi. Keandalan pasokan energi dapat membuka ruang bagi pelaku usaha untuk meningkatkan kapasitas produksi sekaligus mengembangkan layanan berbasis teknologi.

Kondisi tersebut dinilai relevan bagi kawasan Selatan Sukabumi yang memiliki beragam potensi ekonomi, mulai dari pertanian, perkebunan, perikanan, UMKM hingga pariwisata.

Dalam sektor pariwisata, penguatan kelistrikan dapat mendukung ekosistem usaha yang berada di sekitar destinasi. Pelaku usaha penginapan, kuliner, jasa wisata, perdagangan, hingga usaha kreatif membutuhkan pasokan energi yang stabil untuk menjalankan kegiatan sehari-hari.

Keberadaan Geopark Ciletuh menjadi salah satu potensi yang dapat dikembangkan seiring dengan semakin kuatnya dukungan infrastruktur dasar. Aktivitas wisata yang meningkat berpotensi menciptakan permintaan terhadap berbagai produk dan jasa masyarakat lokal.

Acuviarta mengatakan dampak ekonomi dari penguatan listrik juga dapat dirasakan sektor produktif lainnya. Pasokan energi yang andal memungkinkan komoditas lokal diolah lebih lanjut sehingga tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah.

Sektor perikanan, misalnya, membutuhkan energi untuk mendukung penyimpanan, pengolahan, dan pengemasan hasil tangkapan sebelum dipasarkan.

“UMKM sekarang juga membutuhkan listrik, Wi-Fi, dan internet untuk menjalankan usahanya,” ujarnya.

Menurut Acuviarta, kebutuhan tersebut menunjukkan bahwa infrastruktur energi memiliki keterkaitan langsung dengan perkembangan ekonomi digital dan aktivitas usaha masyarakat.

Di sisi lain, Jampang Kulon dinilai memiliki posisi strategis dalam memperkuat konektivitas ekonomi kawasan Selatan Jawa Barat. Pergerakan barang, jasa, wisatawan, dan aktivitas perdagangan dapat terhubung dengan wilayah selatan Cianjur hingga Garut.

"Dengan konektivitas ekonomi yang semakin kuat, pengembangan pariwisata tidak hanya berdampak pada destinasi, tetapi juga berpotensi menciptakan aktivitas ekonomi baru di wilayah yang menjadi jalur pendukungnya,"jelasnya

Acuviarta juga menilai pengembangan infrastruktur energi di kawasan tersebut dapat diselaraskan dengan potensi energi terbarukan. Sumber tenaga surya dan air, menurut dia, dapat dikaji sebagai bagian dari strategi penyediaan energi jangka panjang.

Karena itu, penguatan infrastruktur kelistrikan Jampang Kulon perlu ditempatkan dalam perspektif pembangunan kawasan, bukan semata-mata sebagai pemenuhan kebutuhan listrik.

“Dalam jangka menengah dan panjang itu juga berkaitan dengan investasi. Dan itu harus diprioritaskan,” katanya.

Dia mendorong sinergi PLN, pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan Pemerintah Kabupaten Sukabumi untuk memastikan pembangunan infrastruktur energi berjalan sejalan dengan pengembangan potensi ekonomi daerah.

Kolaborasi tersebut dinilai penting agar peningkatan kapasitas kelistrikan dapat diikuti dengan pengembangan sektor pariwisata, UMKM, pertanian, perikanan, serta konektivitas antarwilayah.

Dengan dukungan energi yang semakin kuat, Jampang Kulon berpeluang menjadi salah satu simpul pengembangan ekonomi di Selatan Sukabumi. 

"Pada saat yang sama, infrastruktur listrik dapat menjadi penopang bagi penguatan ekosistem wisata Geopark Ciletuh dan pemerataan aktivitas ekonomi di kawasan Selatan Jawa Barat,"pungkasnya