Internet Murah! 100 Mbps Sebulan Cuma Rp 100 Ribu, Begini Cara Dapatnya!

Lelang ini dijadwalkan berlangsung pada minggu ketiga Februari 2025, setelah finalisasi peraturan menteri terkait.

Feb 15, 2025 14:00 · 2 tahun lalu
Internet Murah! 100 Mbps Sebulan Cuma Rp 100 Ribu, Begini Cara Dapatnya!
Internet Murah! 100 Mbps Sebulan Cuma Rp 100 Ribu, Begini Cara Dapatnya! /Pojok Malioboro

INFOBAIK I JAKARTA,- Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) segera melelang spektrum frekuensi 80 MHz di pita frekuensi 1,4 GHz guna mendukung penyediaan layanan internet murah bagi masyarakat. Lelang ini dijadwalkan berlangsung pada minggu ketiga Februari 2025, setelah finalisasi peraturan menteri terkait.

Langkah ini bertujuan untuk menyediakan akses internet rumah yang lebih terjangkau dengan kecepatan hingga 100 Mbps. Pemerintah menargetkan harga layanan berkisar antara Rp 100 ribu hingga Rp 150 ribu per bulan, sehingga dapat mendukung berbagai sektor, terutama pendidikan dan kesehatan.

Dirjen Infrastruktur Digital Komdigi Wayan Toni menjelaskan pernyataan tersebut berdasarkan hasil kajian yang ada.

"Ya, karena ini kan apa ya sebagai akses ya kelihatannya dari teknologi yang menurut ITU ini benar-benar bisa memberikan aspek yang murah kepada masyarakat. Itu dari kajian sih," ujar Wayan kepada CNBC Indonesia 

Pemerintah akan mendorong agar frekuensi tersebut dimanfaatkan untuk akses internet murah dan cepat. Target kecepatan layanan internet bagi penyedia layanan BWA adalah 100 Mbps dengan harga Rp 100 ribu hingga Rp 150 ribu.

"Kalau tarif Rp 100 ribu sampai Rp 150 ribu lah harapan kami. Jadi ingat ini bukan untuk seluler. Jadi sebenarnya kalau mereka akan membangun di sini, dia harus bawa fiber optik dulu, lalu dia naikkan [pancarkan] ke rumah-rumah lewat akses internet," kata Wayan.

Ia menjelaskan bahwa internet murah ini solusinya adalah dengan melelang frekuensi 1,4 Ghz. Karena itu, lelang frekuensi 1,4 Ghz yang ingin didahulukan. Kemungkinan target lelang ini akan dilaksanakan pada minggu ketiga Februari 2025.

"Kalau peraturan menterinya bisa segera sesuai jadwal, kemungkinan minggu ketiga Februari," kata Wayan.

Ia menyebut bahwa pihaknya akan mengundang semua perusahaan yang memiliki izin jaringan tetap Packet Switched. "Nanti operator yang memiliki izin itu kami akan undang," jelasnya. Khusus untuk jartap [jaringan tetap] block packed switch. Bukan untuk seluler ya, seluler nanti diberikan lagi," imbuhnya.

Ketika ditanya mengenai berapa pemenang, melihat konsep yang ada saat ini, frekuensi 80 Mhz dibagi untuk tiga blok wilayah. Dengan demikian kemungkinan pemenang masih tiga.