John Herdman Tak Sekadar Melatih Timnas, Bangun Fondasi Ilmu untuk Sepak Bola Indonesia
Kehadiran John Herdman sebagai pelatih baru Timnas Indonesia membawa sinyal perubahan yang melampaui target kemenangan di lapangan.
INFOBAIK I JAKARTA,-Kehadiran John Herdman sebagai pelatih baru Timnas Indonesia membawa sinyal perubahan yang melampaui target kemenangan di lapangan.
Pelatih asal Inggris itu menunjukkan bahwa misinya bersama skuad Garuda bukan hanya soal taktik dan hasil pertandingan, tetapi juga tentang mewariskan pengetahuan dan membangun sumber daya manusia sepak bola Indonesia.
Keseriusan tersebut tercermin dari rencana Herdman untuk merekrut asisten pelatih lokal yang akan bekerja langsung bersamanya. Langkah ini menjadi penanda bahwa PSSI tidak hanya mendatangkan pelatih asing berpengalaman, tetapi juga figur yang memiliki visi jangka panjang bagi ekosistem kepelatihan nasional.
John Herdman resmi diumumkan sebagai pengganti Patrick Kluivert sejak 3 Januari 2026. ia menegaskan komitmennya untuk melibatkan talenta dalam negeri sejak awal masa kerjanya.
“Untuk asisten pelatih akan diproses dalam dua sampai tiga minggu ke depan. Kami akan melakukan beberapa penunjukan,” ujar Herdman kepada awak media.
Menurutnya, perekrutan staf lokal bukan sekadar pelengkap, melainkan bagian penting dari strategi besar pengembangan Timnas. Selain asisten pelatih, ia juga berencana melibatkan tenaga analis, sports science, dan elemen pendukung lainnya dari dalam negeri.
Misi Meninggalkan Warisan
Berbekal rekam jejak sukses bersama Kanada—termasuk mengantar timnas putri negara tersebut meraih dua medali perunggu Olimpiade 2012 dan 2016—Herdman datang ke Indonesia dengan filosofi yang sama: meninggalkan legacy.
Ia mengungkapkan, selama bekerja di Kanada bersama pelatih fisik Cesar Meylan, tujuan utamanya adalah menciptakan sistem yang tetap berjalan bahkan setelah dirinya pergi.
“Tujuan kami adalah meninggalkan legacy, memastikan sebanyak mungkin orang lokal mendapat pengalaman. Itu penting,” tegas Herdman.
Ia bahkan menambahkan dengan nada optimistis bahwa Indonesia berpotensi menjadi rumah jangka panjangnya.
Namun, terlepas dari durasi masa jabatan, ia ingin meninggalkan warisan berupa peningkatan kualitas sumber daya manusia sepak bola nasional.
Belajar dari Era Shin Tae-yong
Model transfer ilmu ini bukan hal baru di Timnas Indonesia. Pada era Shin Tae-yong, keterlibatan Nova Arianto sebagai asisten pelatih menjadi contoh nyata bagaimana pelatih lokal bisa berkembang lewat pendampingan langsung pelatih asing.
Hasilnya pun terlihat. Nova Arianto sukses membawa Timnas U-17 Indonesia lolos ke Piala Dunia U-17 2025 dan kini telah dipercaya menangani Timnas U-20. Jejak tersebut menjadi bukti bahwa kolaborasi pelatih asing dan lokal mampu menciptakan regenerasi kepelatihan yang sehat.
Langkah John Herdman pun dinilai sejalan dengan arah tersebut, bahkan berpotensi memperluas dampaknya ke level senior.
Seleksi Ketat Asisten Lokal
Terkait mekanisme pemilihan asisten pelatih lokal, Ketua Badan Tim Nasional (BTN) PSSI, Sumardji, memastikan bahwa Herdman akan memegang kendali penuh dalam proses seleksi.
“BTN dan Direktur Teknik hanya memberikan masukan. Setelah itu John akan melakukan wawancara langsung dan menentukan siapa yang paling layak mendampinginya,” jelas Sumardji.
Pendekatan ini menunjukkan kepercayaan penuh PSSI kepada Herdman, sekaligus memastikan bahwa asisten yang terpilih benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan filosofi kepelatihan yang akan diterapkan.
Dengan langkah ini, John Herdman tidak hanya datang sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia, tetapi juga sebagai arsitek pembelajaran yang berpotensi mengubah wajah sepak bola nasional dalam jangka panjang.
