Jurnalis Nyantri: IJTI Jabar Perkuat Jurnalisme Pesantren di Era Digital

Momen Ramadan 2025/1446 H dimanfaatkan oleh para jurnalis televisi yang tergabung dalam Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Jawa Barat untuk berbagi ilmu dan keberkahan.

Mar 15, 2025 19:24 · 2 tahun lalu
Jurnalis Nyantri: IJTI Jabar Perkuat Jurnalisme Pesantren di Era Digital
Jurnalis Nyantri: IJTI Jabar Perkuat Jurnalisme Pesantren di Era Digital

INFOBAIK I BANDUNG,- Momen Ramadan 2025/1446 H dimanfaatkan oleh para jurnalis televisi yang tergabung dalam Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Jawa Barat untuk berbagi ilmu dan keberkahan. 

Mereka meninggalkan kesibukan peliputan sejenak dan menyelami kehidupan pesantren dalam kegiatan bertajuk Jurnalis Nyantri #4 "Jurnalisme Pesantren: Suara Kebenaran di Era Digital" pada, Sabtu (15/3/2025).

Bertempat di Pondok Pesantren 110 Manbaul Huda, Kota Bandung, kegiatan ini menjadi ajang sinergi antara jurnalis dan santri dalam memperkuat penyebaran informasi yang benar, akurat, dan bermanfaat di era digital.

IJTI Jawa Barat turut memberikan pelatihan jurnalistik kepada para santri, membekali mereka dengan keterampilan dasar dalam pengambilan gambar dan penyebaran informasi melalui media sosial.

Selain berbagi ilmu, kegiatan ini juga diisi dengan aksi sosial berupa pemberian santunan kepada marbot masjid di sekitar pesantren, yang diserahkan langsung oleh Ketua IJTI Jabar, Iqwan Sabba Romli, dan Ketua Yayasan Mas Mualimin Manbaul Huda 110, Ustaz Rosihan Fahmi.

Iqwan Sabba Romli menuturkan bahwa di era digital saat ini, pesantren memiliki peran penting dalam menjadi episentrum penyebaran informasi yang benar dan bertanggung jawab.

"Kami berharap santri tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga mampu menyebarkan kebenaran dengan akurat dan bertanggung jawab. Di era media sosial ini, santri harus unggul dalam menyampaikan informasi yang bermanfaat," ujar Iqwan.

Tak hanya berbagi ilmu jurnalistik, kegiatan ini juga memberikan pengalaman spiritual bagi para jurnalis. Mereka diajak merasakan langsung kehidupan santri, mulai dari bangun pagi, mengaji, hingga mengikuti aktivitas harian di pesantren.

Adapun, Ketua Yayasan Manbaul Huda, Ustaz Rosihan Fahmi, mengapresiasi kegiatan ini dan berharap santri bisa mendapatkan wawasan baru dari para jurnalis.

"Setiap hari santri di sini mengaji, jadi dengan adanya kegiatan ini mereka bisa mendapatkan pengalaman dan ilmu baru yang bermanfaat," kata Fahmi.

Jurnalis Nyantri menjadi bukti bahwa jurnalisme dan nilai-nilai pesantren dapat berjalan beriringan dalam menyebarkan kebaikan dan kebenaran. Di bulan penuh berkah ini, sinergi antara jurnalis dan santri diharapkan bisa memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.