KA Siliwangi 345 Sempat Terhenti di Cianjur Akibat Gempa

KA Siliwangi 345 sempat berhenti di Cianjur usai gempa mengguncang Jawa Barat.

Jun 7, 2026 07:08 · 4 bulan lalu
KA Siliwangi 345 Sempat Terhenti di Cianjur Akibat Gempa
KA Siliwangi 345 Sempat Terhenti di Cianjur Akibat Gempa

INFOBAIK I BANDUNG, – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung memastikan keselamatan perjalanan kereta api tetap menjadi prioritas utama setelah terjadi gempa yang mengguncang wilayah Jawa Barat pada Sabtu (6/6/2026) malam.

Akibat prosedur keselamatan tersebut, KA Siliwangi 345 sempat dihentikan sementara untuk menunggu pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi jalur kereta api.

Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menjelaskan bahwa penghentian sementara perjalanan kereta merupakan bagian dari standar operasional prosedur (SOP) yang wajib dilakukan setiap kali terjadi gempa bumi.

"Sesuai dengan SOP yang ada jika terjadi gempa maka semua kereta api yang sedang berjalan akan kami berhentikan dulu untuk dilakukan pemeriksaan prasarana dan sarana KA yang ada untuk memastikan keamanan perjalanan KA," kata Kuswardojo

Ia menegaskan, perjalanan kereta hanya akan dilanjutkan setelah petugas memastikan seluruh sarana dan prasarana berada dalam kondisi aman.

"Jika hasil pemeriksaan dipastikan aman maka kereta api dapat diizinkan untuk kembali berjalan," ujarnya.

Kuswardojo mengungkapkan, pada malam itu KA Siliwangi 345 harus berhenti di wilayah Cianjur untuk menunggu hasil pemeriksaan lintas jalur Cipatat hingga Gandasoli, Sukabumi pascagempa.

Tercatat, pada pukul 20.11 WIB, KA Siliwangi 345 berhenti di petak jalan Ciranjang-Cianjur. Setelah petugas menyatakan jalur pada petak tersebut aman dilalui, kereta kembali bergerak menuju Stasiun Cianjur pada pukul 20.35 WIB.

Namun, setibanya di Stasiun Cianjur, pemeriksaan belum selesai dilakukan. Petugas terus memastikan kondisi seluruh lintas perjalanan benar-benar aman sebelum perjalanan dilanjutkan.

Setelah seluruh jalur dinyatakan aman, KA Siliwangi 345 kembali diberangkatkan dari Stasiun Cianjur pada pukul 20.52 WIB.

KAI Daop 2 Bandung menyampaikan permohonan maaf atas potensi keterlambatan yang terjadi akibat proses pemeriksaan tersebut. Meski demikian, langkah tersebut dilakukan semata-mata demi menjaga keselamatan dan keamanan seluruh pelanggan.

"Kami mengutamakan keselamatan perjalanan kereta api. Pemeriksaan pascagempa merupakan prosedur wajib untuk memastikan tidak ada gangguan pada jalur maupun sarana sebelum kereta kembali beroperasi," tutur Kuswardojo.

KAI juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti informasi resmi yang disampaikan perusahaan apabila terjadi kondisi darurat, termasuk bencana alam yang berpotensi memengaruhi operasional perjalanan kereta api.

Keselamatan tetap menjadi prioritas utama, sehingga setiap perjalanan hanya akan dilanjutkan setelah dipastikan memenuhi standar keamanan yang telah ditetapkan.