KAI Commuter Line Wilayah 2 Bandung Bidik 1,17 Juta Penumpang Saat Libur Nataru 2025/2026

Di Wilayah 2 Bandung, KAI Commuter secara terbuka memasang target ambisius dengan melayani lebih dari 1,17 juta penumpang selama periode Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.

Dec 29, 2025 13:42 · 9 bulan lalu
KAI Commuter Line Wilayah 2 Bandung Bidik 1,17 Juta Penumpang Saat Libur Nataru 2025/2026
KAI Commuter Line Wilayah 2 Bandung Bidik 1,17 Juta Penumpang Saat Libur Nataru 2025/2026

INFOBAIK I BANDUNG, - Libur Natal dan Tahun Baru bukan sekadar momentum arus mudik dan wisata, tetapi juga menjadi “tes kepadatan” bagi transportasi publik perkotaan. Di Wilayah 2 Bandung, KAI Commuter secara terbuka memasang target ambisius dengan melayani lebih dari 1,17 juta penumpang selama periode Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.

Periode layanan Nataru KAI Commuter Wilayah 2 Bandung berlangsung selama 18 hari, mulai 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026. Dalam rentang waktu tersebut, volume pengguna Commuter Line diproyeksikan meningkat signifikan, terutama di jalur-jalur favorit masyarakat Bandung Raya dan sekitarnya.

VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, mengatakan bahwa dibandingkan periode Nataru tahun sebelumnya, terjadi proyeksi kenaikan penumpang sekitar 3 persen.

“Secara total, KAI Commuter Wilayah 2 Bandung menargetkan dapat mengangkut sedikitnya 1.176.000 penumpang selama periode Nataru ini. Angka tersebut meningkat dari realisasi tahun lalu yang mencapai 1.136.000 penumpang,” ujar Karina di Stasiun Bandung, Senin (29/12/2025).

Karina mengungkapkan, secara rata-rata, tingkat kepadatan penumpang harian di Wilayah 2 Bandung mencapai sekitar 45 ribu orang pada hari kerja. Angka ini melonjak tajam hingga 67 ribu penumpang per hari saat akhir pekan.

“Peningkatan volume penumpang diperkirakan masih akan terus terjadi hingga akhir pekan ini, seiring dengan masa libur sekolah,” ujarnya.

Untuk mengejar target tersebut, KAI Commuter menyiagakan 58 perjalanan kereta per hari. Layanan ini terdiri dari 38 perjalanan Commuter Line Bandung Raya, 10 Commuter Line Walahar, 6 Commuter Line Cibatuan, serta 4 Commuter Line Jatiluhur.

Di tengah lonjakan permintaan, KAI Commuter juga menerapkan kebijakan pengendalian kapasitas demi menjaga keselamatan dan kenyamanan penumpang. Untuk layanan dengan jarak tempuh di bawah 100 kilometer yakni Bandung Raya, Walahar, dan Jatiluhur, okupansi maksimal ditetapkan 150 persen.

Sementara itu, Commuter Line Cibatuan Garut yang memiliki jarak tempuh lebih dari 100 kilometer dibatasi pada okupansi maksimal 120 persen.

Tak hanya mengandalkan armada, KAI Commuter Wilayah 2 Bandung juga memperkuat sisi sumber daya manusia. Sebanyak lebih dari 696 personel disiagakan dan ditempatkan di seluruh stasiun.

“Kami menambah personel dan petugas posko di stasiun-stasiun dengan kepadatan tinggi, seperti Stasiun Bandung dan Stasiun Purwakarta,” kata Karina.

Dari sisi fasilitas, sejumlah langkah antisipatif turut dilakukan. KAI Commuter menyediakan tenda tambahan, kursi tunggu ekstra, serta toilet portabel di area-area dengan konsentrasi penumpang tinggi.

KAI Commuter juga mengimbau masyarakat, khususnya penumpang yang membawa anak-anak, agar selalu mematuhi arahan petugas demi kelancaran dan keselamatan perjalanan.

“Kami mengajak seluruh pengguna jasa untuk mengikuti instruksi petugas, baik di stasiun maupun di dalam kereta,” imbuh Karina.

Terkait gangguan operasional, Karina mengakui sempat terjadi kendala akibat genangan air di petak jalur Ciganea–Purwakarta, yang menyebabkan dua perjalanan Commuter Line Cibatuan tertahan sementara.

“Perjalanan sempat tertahan, namun berhasil dinormalisasi sekitar pukul 17.30 WIB, meski masih diberlakukan pembatasan kecepatan,” jelasnya.

Sebagai langkah antisipasi lanjutan, KAI Commuter berkoordinasi dengan BMKG serta menyiagakan petugas pengawas daerah selama 24 jam untuk memantau jalur-jalur rawan gangguan selama puncak Angkutan Nataru.