KAI Daop 2 Bandung Pastikan Jalur Aman, Perjalanan Kereta Kembali Normal Usai Gempa Pangandaran
KAI Daop 2 Bandung memastikan seluruh perjalanan kereta api kembali normal setelah pemeriksaan menyeluruh pascagempa Pangandaran.
INFOBAIK I BANDUNG ,– PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung kembali mengoperasikan seluruh perjalanan kereta api secara normal setelah memastikan seluruh jalur dan infrastruktur perkeretaapian aman pascagempa bumi yang berpusat di Pangandaran pada Rabu (5/8) malam.
Kepastian tersebut diberikan setelah petugas menyelesaikan pemeriksaan menyeluruh di seluruh wilayah operasional Daop 2 Bandung.
Langkah cepat KAI Daop 2 Bandung dalam menghentikan sementara sejumlah perjalanan kereta api terbukti mampu menjaga keselamatan operasional. Petugas prasarana langsung melakukan inspeksi detail terhadap jalur rel, jembatan, terowongan, wesel, sistem persinyalan, hingga berbagai fasilitas pendukung operasional lainnya sesaat setelah gempa terjadi.
Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh prasarana dan infrastruktur operasional dalam kondisi aman. Petugas tidak menemukan kerusakan yang berpotensi mengganggu keselamatan perjalanan kereta api sehingga seluruh layanan yang sempat dihentikan sementara kembali dijalankan sesuai prosedur operasional.
Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menegaskan bahwa penghentian sementara perjalanan kereta api merupakan prosedur standar yang selalu diterapkan setiap kali terjadi gempa bumi yang berpotensi memengaruhi kondisi prasarana perkeretaapian.
"Keselamatan merupakan prioritas utama KAI. Setelah gempa terjadi, seluruh petugas prasarana bergerak cepat melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap seluruh aset operasional. Hasilnya, seluruh prasarana baik itu jalur rel, jembatan, dan terowongan maupun infrastruktur operasional KA dinyatakan aman dan tidak ditemukan kerusakan sehingga perjalanan kereta api dapat kembali dilanjutkan dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan," ujar Kuswardojo, Kamis (6/8/2026)
KAI Daop 2 Bandung juga menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan yang terdampak akibat penghentian sementara perjalanan kereta api. Perusahaan menegaskan bahwa kebijakan tersebut diambil semata-mata untuk memastikan seluruh perjalanan berlangsung aman dan memenuhi standar keselamatan yang berlaku.
"Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan. Penghentian sementara perjalanan dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab KAI dalam memastikan seluruh prasarana benar-benar aman sebelum kereta api kembali dijalankan. Keselamatan pelanggan dan perjalanan kereta api tidak dapat ditawar," tambahnya.
Berkat respons cepat dan koordinasi petugas di lapangan, dampak terhadap operasional berhasil ditekan. Kereta api yang sempat dihentikan sementara hanya mengalami keterlambatan antara 9 hingga 60 menit dari jadwal keberangkatan maupun perjalanan yang telah ditetapkan.
Adapun perjalanan kereta api yang mengalami keterlambatan meliputi KA Parcel Selatan 9 menit, KA Lodaya 26 menit, KA Serayu 24 menit, KA Mutiara Selatan 29 menit, KA Kutojaya Selatan 22 menit, Commuter Line Garut 38 menit, KA Cikuray 60 menit, dan KA Kahuripan 29 menit.
KAI Daop 2 Bandung menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan transportasi perkeretaapian yang mengutamakan keselamatan, keamanan, ketepatan waktu, dan kenyamanan pelanggan.
Perusahaan juga memastikan setiap potensi gangguan terhadap perjalanan kereta api akan ditangani sesuai prosedur agar masyarakat tetap memperoleh layanan transportasi yang aman dan andal.
Dengan kondisi prasarana yang telah dinyatakan aman, masyarakat dapat kembali menggunakan layanan kereta api di wilayah Daop 2 Bandung tanpa khawatir. KAI pun mengapresiasi pengertian dan kepercayaan pelanggan selama proses pemeriksaan pascagempa berlangsung.
