Kampung Batik AI Resmi Diluncurkan di Cirebon dan Bandung, Inovasi Teknologi untuk Pelestarian Budaya

Sebuah langkah revolusioner dalam dunia batik telah resmi diluncurkan: Kampung Batik AI di Cirebon dan Bandung.

Jun 5, 2025 08:32 · 1 tahun lalu
Kampung Batik AI Resmi Diluncurkan di Cirebon dan Bandung, Inovasi Teknologi untuk Pelestarian Budaya
Kampung Batik AI Resmi Diluncurkan di Cirebon dan Bandung, Inovasi Teknologi untuk Pelestarian Budaya

INFOBAIK I CIREBON, — Sebuah langkah revolusioner dalam dunia batik telah resmi diluncurkan: Kampung Batik AI di Cirebon dan Bandung. Inisiatif ini menjadi simbol pertemuan harmonis antara kecanggihan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dengan kearifan lokal yang selama ini melekat kuat dalam tradisi batik Nusantara.

Diselenggarakan oleh Asosiasi Perajin dan Pengusaha Batik Indonesia (APPBI) bersama Yayasan Batik Jawa Barat (YBJB), Yayasan Batik Indonesia (YBI), dan didukung penuh oleh Paguyuban Perajin dan Pengusaha Batik Cirebon (P3BC), acara peluncuran perdana Kampung Batik AI digelar dengan semarak di Café Pecah Kopi Panembahan, Cirebon.

Tidak hanya menjadi seremoni, acara ini juga menandai awal dari serangkaian pelatihan dan sosialisasi penggunaan AI generatif dalam industri batik. Bandung akan menjadi kota berikutnya yang menyelenggarakan pelatihan, melibatkan mahasiswa dari program studi Kriya Tekstil Fashion dan Industri Kreatif.

 “Kita tidak bisa menolak teknologi, tetapi kita harus memastikan bahwa teknologi memperkuat budaya, bukan menggantikannya,” tegas Komarudin Kudiya, Ketua Umum APPBI dan inisiator utama program ini, Kamis (5/6/2025) 

Dalam pelatihan, para perajin batik diperkenalkan dengan teknologi AI untuk membuat desain motif batik digital. Namun, proses batik tetap dijaga secara tradisional—dengan perintangan malam (lilin panas) dan teknik tulis atau cap. Hal ini memastikan bahwa AI tidak menggantikan tangan-tangan kreatif para perajin, melainkan memperluas imajinasi dan efisiensi kerja mereka.

Salah satu peserta dari Plered mengaku terinspirasi.

“AI sangat membantu saya mencari ide motif baru. Tapi tetap, proses batiknya harus manual. Itu yang bikin batik tetap bernilai tinggi,” ujarnya penuh semangat.

Acara ini juga dihadiri perwakilan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Cirebon, akademisi, seniman kriya, serta komunitas perajin batik lokal. Kegiatan ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama antara APPBI, YBJB, P3BC, dan pemerintah daerah untuk membangun ekosistem batik yang adaptif dan inklusif.

Sebagai langkah lanjut, APPBI dan YBJB berencana menggelar Pameran Batik AI di Bandung pada Agustus 2025, yang juga akan menjadi ajang peluncuran buku "Revolusi Batik AI" karya Dr. Komarudin Kudiya. Buku ini mengupas secara mendalam hubungan antara AI dan regenerasi industri batik di tengah tantangan modernisasi.

Dengan hadirnya Kampung Batik AI, Cirebon tidak hanya menegaskan posisinya sebagai pusat batik nasional, tetapi juga sebagai pelopor integrasi teknologi dalam pelestarian budaya Indonesia.