Kenali Ciri-ciri Orang Berbohong Menurut Pakar Kejujuran

Sep 10, 2024 18:00 · 1 bulan lalu
 168
Kenali Ciri-ciri Orang Berbohong Menurut Pakar Kejujuran
Ilustrasi /KOMPAS.com

INFOBAIK.ID I BANDUNG,-Bicara bohong sudah menjadi keahlian bagi sebagian orang demi berbagai tujuan.

Di sisi lain, kita juga mengalami kerugian ketika menjadi korban kebohongan dari pasangan, sahabat maupun rekan kerja.

Jadi ada baiknya kita menyimak ciri-ciri orang berbohong seperti yang diungkapkan para ahli berikut ini seperti dikutip KOMPAS.com

Jawaban pendek

Pembohong akan memberikan jawaban yang singkat dan sederhana ketika ditanya.

Dalam sebuah penelitian kecil tahun 2012, peserta dilatih untuk mengenali kebohongan menggunakan metode kriteria penilaian indikatif penipuan (ACID), yang menunjukkan bahwa jawaban yang jujur cenderung lebih panjang dan lebih jelas daripada kebohongan.

Namun jawaban panjang lebar tidak selalu menjadi acuan terbaik untuk menentukan kejujuran seseorang.


"Panjang jawaban tidak memberi tahu kita banyak kecuali kita tahu orangnya dan seberapa bertele-telenya biasanya," kata Samantha Mann, seorang peneliti di University of Portsmouth.

Namun mengajak mereka bicara lebih banyak bisa membantu kita menentukan apakah orang tersebut berbohong.


"Pembohong mungkin kurang cenderung memasukkan apa yang kami sebut 'detail yang dapat diverifikasi'," kata Mann.

Detail yang dapat diverifikasi adalah detail yang secara definitif dapat membuktikan cerita mereka benar atau salah, termasuk:

Waktu kejadian yang tepat

Nama-nama lokasi tertentu

Nama orang yang mereka temui

Rute tepat mereka ke suatu tempat

Kata-kata spesifik yang mereka gunakan dalam percakapan

Mereka mungkin saja lupa, yang merupakan hal normal jika berkaitan dengan hal yang sudah lama, namu jika sengaja berkata tidak jelas atau mengalihkan pertanyaan maka ini adalah tanda kebohongan.


Tidak terlalu gelisah

Berbeda dari anggapan awam, seseorang tidak selalu gelisah ketika menyampaikan kebohongannya.

Ada dua alasannya, yakni:

Orang biasanya tidak menyadari seberapa banyak mereka bergerak, tetapi ketika sedang berbohong, kita lebih waspada sehingga berusaha keras untuk mengendalikan diri.

Berbohong mungkin mengharuskan kita untuk berpikir lebih keras daripada mengatakan kebenaran, karena perlu mengingat kebohongan, menghindari mengatakan yang sebenarnya, dan menemukan detail sesuai kebutuhan.

"Konsentrasi yang intens ini dapat membuat tubuh Anda lebih tenang karena semua energi mengalir ke otak," kata Mann.

Tidak mengalihkan kontak mata saat berpikir


"Pembohong lebih cenderung mencoba untuk menahan pandangannya" kata Mann.

Orang yang berkata jujur malah akan sering memalingkan muka saat memikirkan jawaban atas sebuah pertanyaan, kemungkinan sebagai cara untuk membantu mereka berkonsentrasi.

"Orang yang mengatakan yang sebenarnya tidak bekerja keras untuk terlihat baik," kata Kevin Colwell, seorang profesor psikologi di SCSU yang mempelajari teknik poligraf dan forensik.


Sebaliknya, pembohong tidak melakukannya karena takut dicurigai tidak berkata jujur.

Mereka juga mengawasi ekspresi kita untuk memahami bagaimana reaksi dan kepercayaan yang muncul atas kata-katanya.

Mengulang pertanyaan sebelum menjawab

Kebiasaan ini karena pembohong perlu memikirkan ulang jawabnnya atau perlu menambahkan detail dalam cerita karangannya.

Mengulangi pertanyaan sebelum menjawab dapat memberi mereka waktu untuk mempertimbangkan apa yang ditanyakan dan menghasilkan cerita yang dapat dipercaya.

Memiliki ciri perilaku tertentu

Pembohong mungkin tidak selalu gelisah tetapi ada beberapa perilaku spesifik yang mungkin bisa kita kenali, misalnya:

Memperhatikan penampilannya seperti merapikan rambut

Menunjuk ke arah diri mereka sendiri saat berbicara

Menekan bibir mereka bersama-sama ketika ditanya pertanyaan sensitif

Namun, ini tidak selalu terjadi karena sejumlah ahli berpendapat bahwa tanda-tanda kebohongan nonverbal tidak dapat diandalkan.


Mulai bicara perlahan lalu menjadi lebih cepat

Seorang pembohong akan mulai bicara secara perlahan untuk memberikan dirinya waktu membangun narasi maupun detail yang dibutuhkan. 

Waktu tambahan ini juga dipakai untuk melihat reaksi kita terhadap pembicaraan mereka sehingga bisa menyesuaikan kembali kata-katanya.

Ketika semuanya sudah jelas, mereka akan mempercepat cara bicaranya agar kita tidak curiga.

Transisi dari lambat ke cepat ini dapat terjadi hanya dalam satu kalimat.

Selalu mengulangi cerita yang sama persis

"Orang jujur memiliki efek peningkatan memori dari upaya mengingat tambahan," kata Colwell.

Hal ini membuat mereka cenderung menambahkan detail baru dibandingkan pertama kali mengatakan hal tersebut.

"Pembohong tidak ingin bertentangan dengan diri mereka sendiri, atau melakukan apa pun yang membuat pernyataan mereka dipertanyakan," jelasnya.

"Pembohong berusaha menceritakan kisah yang sama, dalam urutan yang sama, setiap saat," tambahnya.

Metode ACID dari penelitian yang disebutkan sebelumnya menyatakan bahwa jawaban yang menipu cenderung lebih kaku, diungkapkan dengan hati-hati, dan cenderung tidak berubah dengan menceritakan kembali.