Kenapa Hari Santri Diperingati Setiap 22 Oktober? Ini Fakta Sejarah yang Jarang Dibahas!

Hari Santri diperingati tiap 22 Oktober untuk mengenang Resolusi Jihad 1945. Simak sejarah, pencetus, dan peran santri dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Oct 22, 2025 07:32 · 11 bulan lalu
Kenapa Hari Santri Diperingati Setiap 22 Oktober? Ini Fakta Sejarah yang Jarang Dibahas!
Kenapa Hari Santri Diperingati Setiap 22 Oktober? Ini Fakta Sejarah yang Jarang Dibahas! /suara.com

INFOBAIK I BANDUNG, - Setiap tanggal 22 Oktober, timeline media sosial selalu dipenuhi ucapan Selamat Hari Santri. Tapi, tahukah kamu mengapa tanggal itu dipilih? Siapa pencetusnya? Dan apa hubungan Hari Santri dengan pertempuran berdarah di Surabaya tahun 1945?

Hari Santri ternyata menyimpan cerita panjang—mulai dari janji politik, fatwa jihad, hingga perlawanan santri melawan penjajah. Inilah fakta bersejarah yang banyak orang belum tahu.

Awalnya dari Janji Jokowi Tahun 2014

Menurut buku Detik-detik Penetapan Hari Santri, gagasan Hari Santri bermula saat Joko Widodo berkampanye pada 27 Juni 2014. Dalam kunjungannya ke pesantren, Jokowi berjanji akan menjadikan 1 Muharram sebagai Hari Santri Nasional.

Usulan ini muncul dari KH Thoriq Darwis, pengasuh Ponpes Babussalam, Malang. Respons masyarakat pesantren saat itu sangat positif—karena sejak lama, santri merasa perjuangan mereka belum banyak diangkat dalam sejarah resmi bangsa.

Beralih ke 22 Oktober, Karena Ada Peristiwa Besar

Saat wacana dibahas lebih jauh, para ulama kemudian mengusulkan tanggal 22 Oktober, bukan 1 Muharram. Alasannya sangat penting: tanggal ini berkaitan langsung dengan Resolusi Jihad KH Hasyim Asy’ari pada 1945.

Pada 21–22 Oktober 1945, ulama NU dari berbagai daerah berkumpul di Surabaya dan melahirkan Resolusi Jihad Fii Sabilillah. Isinya tegas:

 Melawan penjajah adalah fardhu ain bagi setiap Muslim.

Fatwa ini menjadi bensin moral yang mendorong perlawanan rakyat dalam Pertempuran 10 November 1945. Banyak sejarawan sepakat, tanpa resolusi itu, nyala perlawanan tidak akan sebesar itu.

Karena alasan historis itulah, Jokowi akhirnya menandatangani Keppres Nomor 22 Tahun 2015, menetapkan 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional.

 Kenapa Santri Layak Diperingati?

Hari Santri bukan sekadar simbol keagamaan. Peringatan ini lahir karena:

Santri ikut bertempur melawan penjajah

Pesantren melahirkan pemimpin, guru, dan tokoh bangsa

Ulama menjadi penuntun moral rakyat

Gerakan santri berkontribusi langsung pada kemerdekaan

Hari Santri juga menjadi pengingat bahwa pesantren bukan hanya tempat mengaji, tetapi pusat peradaban, kebudayaan, dan nasionalisme.

Makna Hari Santri Bagi Generasi Muda

Buat anak muda zaman sekarang, Hari Santri setidaknya membawa tiga pesan:

1. Cinta ilmu seperti santri

2. Cinta tanah air seperti ulama pejuang

3. Tidak mudah dipecah belah oleh paham ekstrem

Dengan kata lain: beragama kuat, bernegara teguh.

Kini Jadi Gerakan Budaya

Setiap tahun, Hari Santri diperingati dengan:Kirab santri,Lomba nasional,Apel santri dan Festival budaya pesantren

Hari Santri akhirnya bukan sekadar seremoni, tetapi identitas. Santri dulu melawan penjajah, santri sekarang melawan kebodohan, hoaks, kemiskinan, dan intoleransi.

Jadi, kalau ada yang bertanya “Kenapa 22 Oktober?”, jawabannya jelas:

Karena pada tanggal itulah ulama dan santri mengobarkan semangat jihad mempertahankan Indonesia. Hari Santri bukan hanya tentang masa lalu tapi juga masa depan Indonesia.