Ketika Artis Bicara Politik: Tasya Farasya hingga Lukman Sardi Ramaikan 17+8 Tuntutan Rakyat
Sejumlah artis ternama ikut bersuara melalui gerakan “17+8 Tuntutan Rakyat”
INFOBAIK I JAKARTA, - Biasanya ramai dengan konten hiburan, lini masa media sosial pada Senin (1/9) dipenuhi unggahan politik. Sejumlah artis ternama ikut bersuara melalui gerakan “17+8 Tuntutan Rakyat”. Dari komedian Soleh Solihun, aktor Lukman Sardi, hingga beauty influencer Tasya Farasya kompak membagikan pesan yang sama: desakan perubahan untuk Indonesia.
Fenomena ini menandai bagaimana kalangan selebritas kini tak lagi sekadar bicara soal film, musik, atau kecantikan. Mereka ikut terjun dalam isu serius, memperkuat gema tuntutan rakyat yang sebelumnya lahir di jalanan.
" 17 tuntutan rakyat dalam satu minggu ke depan, dan 8 tuntutan rakyat dalam satu tahun ke depan ," tulis Ryan dalam kicauannya di X pada Senin (1/9).
" Ayo @prabowo @gibran_tweet @DPR_RI @DivHumas_Polri . Sesuai pidato bapak presiden kemarin, aspirasi ini kami sampaikan dengan jelas dan tertib. BUKTIKAN ANDA SEKALIAN BERSAMA RAKYAT, " lanjutnya.
" Mari Indonesia berbenah.. mulai dari pemangku kekuasaan, pejabat di pemerintahan,DPR, Aparat Kepolisian dan TNI dan juga kita semua sebagai Rakyat Indonesia.. Merdeka untuk semua... dan ini menjadi pengingat kita semua bahwa hal2 di atas inilah yang diperjuangkan ," tulis Lukman Sardi.
" Bagikan postingan ini seperti postingan ini!!! Jangan biarkan platform ini di shadow banned. Dari warga untuk warga, kita semua bersama dalam situasi ini teman-teman ," tulis Tasya.
Tuntutan ini disampaikan setelah gelombang demonstrasi terjadi di berbagai wilayah Indonesia yang bermula dari kebijakan protes tunjangan bagi anggota DPR, ditambah dengan sikap dan pernyataan anggota dewan yang dianggap tidak peka terhadap situasi rakyat Indonesia yang berdampak pada perekonomian.
Tewasnya Affan Kurniawan kemudian membuat berbagai kelompok sipil menuntut besar-besaran kepada pemerintah yang kemudian dirangkum dalam 17+8. Tuntutan itu sebelumnya disampaikan dalam berbagai aksi. Namun aksi ini dimanfaatkan sejumlah besar orang yang tidak dikenal untuk memicu dan merusak bangunan dan fasilitas publik di berbagai kota.
Apa itu 17+8 Tuntutan Rakyat?
17+8 Tuntutan Rakyat adalah sederet tuntutan yang merupakan rangkuman dari berbagai tuntutan masyarakat di media sosial selama beberapa hari terakhir.
Tuntutan tersebut terbagi menjadi beberapa tenggat waktu dan target, seperti yang pertama adalah 17 tuntutan yang harus diselesaikan dalam sepekan hingga 5 September 2025 oleh Presiden Prabowo, DPR, ketua umum partai politik, kepolisian, TNI, dan kementerian sektor ekonomi.
Kemudian ada juga daftar 8 tuntutan rakyat kepada seluruh jajaran pemerintahan Republik Indonesia yang harus diselesaikan dalam setahun, atau hingga 31 Agustus 2026.
