Khaby Lame Ubah Popularitas TikTok Jadi Mesin Bisnis Rp 15 Triliun

Khaby Lame mengubah popularitas TikTok menjadi mesin bisnis global. Lewat penjualan hak eksklusif senilai Rp15,09 triliun, ia menandai era baru ekonomi kreator berbasis korporasi digital.

Jan 27, 2026 18:00 · 8 bulan lalu
Khaby Lame Ubah Popularitas TikTok Jadi Mesin Bisnis Rp 15 Triliun
Khaby Lame Ubah Popularitas TikTok Jadi Mesin Bisnis Rp 15 Triliun /TikTok

INFOBAIK I BANDUNG,– Fenomena kreator digital global memasuki babak baru. Khaby Lame, sosok di balik video TikTok tanpa dialog yang mendunia, resmi melangkah lebih jauh dari sekadar influencer.

Melalui kesepakatan strategis bernilai sekitar US$ 900 juta atau Rp 15,09 triliun, Khaby kini menempatkan dirinya sebagai aktor utama dalam ekosistem bisnis digital berskala industri.

Langkah besar ini diwujudkan lewat pelepasan sebagian saham perusahaan miliknya, Step Distinctive Limited, kepada Rich Sparkle Holdings, perusahaan yang tercatat di bursa Amerika Serikat. 

Kesepakatan tersebut sekaligus memberi Rich Sparkle hak eksklusif atas seluruh aktivitas komersial global Khaby Lame selama tiga tahun ke depan.

Berbeda dari pola endorsement konvensional, kerja sama ini dirancang sebagai integrasi penuh antara konten, teknologi, dan rantai pasok. Seluruh lini bisnis—mulai dari kemitraan merek, lisensi, e-commerce, hingga distribusi global—akan dikelola dalam satu sistem terpusat, mencerminkan transformasi kreator menjadi platform owner.

Rich Sparkle memproyeksikan model terintegrasi ini mampu menghasilkan penjualan tahunan lebih dari US$ 4 miliar setelah beroperasi optimal. Angka tersebut menempatkan bisnis berbasis kreator sejajar dengan perusahaan ritel dan merek global papan atas.

Menariknya, Khaby Lame tidak sekadar melepas kendali. Dalam struktur baru ini, ia justru menjadi pemegang saham pengendali di Rich Sparkle Holdings. Posisi tersebut menegaskan perannya bukan hanya sebagai wajah komersial, tetapi juga pengambil keputusan strategis dalam ekspansi bisnis jangka panjang.

Ekspansi tahap awal akan difokuskan ke pasar Amerika Serikat, Timur Tengah, dan Asia Tenggara—wilayah dengan pertumbuhan content commerce tercepat. Rich Sparkle juga menggandeng perusahaan teknologi asal China, Anhui Xiaoheiyang Network Technology, untuk memperkuat skema creator-driven e-commerce.

Tak berhenti di sana, kesepakatan ini turut mencakup pengembangan AI-powered digital twin Khaby Lame. Teknologi tersebut memungkinkan representasi digital yang dapat berinteraksi 24 jam, mendukung konten multibahasa, livestream virtual, serta kolaborasi lintas platform tanpa batas geografis.

Dengan sekitar 360 juta pengikut global, Khaby Lame kini menjadi contoh nyata bagaimana popularitas media sosial dapat diolah menjadi aset ekonomi berkelanjutan. Transformasi ini menandai era baru, ketika kreator tidak lagi sekadar menjual perhatian, melainkan membangun imperium bisnis berbasis kekayaan intelektual.

Kesepakatan bernilai triliunan rupiah ini sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa ekonomi kreator telah berevolusi—dari panggung hiburan digital menuju arena korporasi global.