Kiswah Baru Ka'bah Disingkap di Awal Tahun Islam 1448 H

Dalam nuansa sakral pergantian tahun Islam 1447 Hijriah, Ka'bah kembali berselimutkan kemegahan spiritual melalui kiswah baru yang dipasang tepat pada malam 1 Muharam,

Jun 16, 2026 14:00 · 4 bulan lalu
Kiswah Baru Ka'bah Disingkap di Awal Tahun Islam 1448 H
Kiswah Baru Ka'bah Disingkap di Awal Tahun Islam 1448 H /instagram

INFOBAIK I MAKKAH,- Dalam nuansa sakral pergantian tahun Islam 1448 Hijriah, Ka'bah kembali berselimutkan kemegahan spiritual melalui kiswah baru yang dipasang tepat pada malam 1 Muharam.

Ritual tahunan yang penuh kekhusyukan ini menjadi penanda perubahan penting yang diberlakukan oleh Pemerintah Arab Saudi sejak tahun 2022: mengganti kiswah bukan lagi saat puncak ibadah haji pada 9 Zulhijah, melainkan di awal tahun Hijriah—sebuah langkah simbolik untuk mengingatkan kembali peran sentral Ka'bah dalam perjalanan iman umat Islam.

Tradisi Lama, Makna Baru

Perubahan ini bukan sekadar pengaturan ulang jadwal seremonial. Lebih dari itu, ditetapkannya 1 Muharam sebagai momen penetapan kiswah menciptakan tersimpannya emosi baru antara umat Islam dan Ka'bah. Sebagai pusat spiritual umat Islam sedunia, pergantian kain penutup Ka'bah kini menjadi penanda dimulainya tahun baru yang sarat dengan harapan dan doa.

Upacara ini melibatkan 154 teknisi ahli dan pengrajin yang bekerja dengan penuh ketelitian. Menggunakan lift elektrik dan perancah, proses pemasangan berlangsung dalam senyap malam hingga dini hari, memastikan bahwa tak satu pun sisi Ka'bah dibiarkan terbuka.

Karya Seni Agung Berbalut Spiritualitas

Kiswah tahun ini kembali menjadi kemewahan seni Islam klasik yang menyatu dengan spiritualitas tinggi. Sebanyak 47 lembar kain sutra murni yang disulam dengan benang perak dan emas, mengandung 68 ayat Al-Qur'an, menjadi bagian tak terpisahkan dari desain kiswah. Berat totalnya mencapai 1.415 kilogram—komposisi yang terdiri dari 825 kg sutra dan 410 kg bahan lainnya.

Hizam atau sabuk kiswah, bagian yang paling mencolok secara visual, menjadi area utama yang disulam dengan ayat-ayat suci menggunakan teknik tenun khusus, mengukuhkan posisinya sebagai mahakarya yang tidak hanya dilihat tetapi juga dirasakan maknanya.

Warisan yang Diteruskan ke Seluruh Dunia

Setelah diganti, kiswah lama tidak hanya disimpan. Ia dibersihkan menggunakan air zamzam sebagai bentuk penghormatan, lalu dipotong menjadi sekitar 56 bagian. Fragmen-fragmen ini akan dikirim ke berbagai negara Islam dan dipajang di museum atau lembaga resmi sebagai simbol kehormatan dan spiritualitas lintas generasi.

Beberapa kiswah bersejarah masih terjaga hingga kini, termasuk dari era Mamluk dan Ottoman. Kiswah tertua dari tahun 1517 bahkan masih terpajang di Masjid Agung Bursa, Turki. Koleksi lainnya tersimpan di Museum Islam Kairo dan arsip kebudayaan di Turki, menjadi saksi sejarah yang terus hidup dari masa ke masa.

Lebih dari Kain, Ini Tentang Identitas dan Iman

Dengan pergeseran momen pergantian kiswah ke awal tahun Hijriah, Arab Saudi tidak hanya memperbarui tradisi, tetapi juga memperkuat kesadaran global umat Islam akan makna awal tahun sebagai refleksi diri, pembaharuan niat, dan penyatuan hati menuju kiblat yang sama.

serupa kiswah membungkus Ka'bah dengan keagungan, momen ini membungkus hati umat dengan harapan baru. Lebih dari sekedar ritual, penggantian kiswah kini menjadi bagian dari narasi dunia spiritual Islam yang terus hidup dan berkembang.