Lansia Sering Buang Air Kecil? Ini Solusinya
INFOBAIK.ID I BANDUNG,-Pada malam hari, lansia penderita inkontinensia urin bisa buang air kecil hingga 8 kali. Biasanya karena kandung kemih tidak sepenuhnya kosong atau mengeluarkan sedikit urin.
Inkontinensia urin adalah ketika seseorang memiliki ketidakmampuan menahan cairan urin di dalam kandung kemih. Inkontinensia urin pada lansia bukanlah masalah serius.
Meskipun inkontinensia urin bukan masalah serius, namun jika intensitas buang air terjadi secara terus menerus perlu perhatian medis.
Perlu dipahami, tingkat keparahan penyakit inkontinensia urin pada lansia bisa disebut dari ketidakmampuan menampung urin. Penyakit inkontinensia urin pada lansia memang terasa mengganggu mengingat dapat secara signifikan mempengaruhi kualitas hidup.
Gejala inkontinensia urin pada lansia tergantung pada jenisnya yakni inkontinensia saat berada di bawah tekanan, inkontinensia tiba-tiba, dan inkontinensia berlebih.
Hal ini bisa dilihat saat kandung kemih sedang tegang, seperti yang terjadi saat batuk, bersin, atau tertawa urin akan keluar atau tiba-tiba mengalami dorongan akut untuk buang air kecil.
Brand Group Manager Confidence Adult Diapers, Yuana Wijaya mengungkapkan
perawatan untuk inkontinensia urin pada lansia sangat penting untuk mengidentifikasi asal, jenis, dan tingkat inkontinensia urin. Setelah mengenali gejalanya, cara yang dapat dilakukan untuk mengobati dengan terapi perilaku, pengobatan obat, dan operasi.
“Untuk mengurangi inkontinensia urin pada lansia keluarga perlu paham pembelajaran mengenai pola buang air kecil, mengatur asupan cairan dan kafein, penurunan berat badan untuk wanita yang kelebihan berat badan, penggunaan alat bantu seperti urinal samping tempat tidur, dan berbagai bentuk pelatihan kandung kemih dan uretra misalnya, meningkatkan interval berkemih dan latihan dasar panggul,” jelas Yuana kepada
Sedangkan untuk pengobatan dilakukan agar membantu kandung kemih rileks. Obat tersebut merupakan bagian dari obat golongan antikolinergik, yang dapat menimbulkan efek samping antara lain mulut kering, konstipasi, penglihatan kabur, dan gangguan.
“Operasi hanya dapat dilakukan bila saluran kemih yang tersumbat atau pemasangan sfingter buatan menyebabkan inkontinensia urin pada lansia,” ujarnya.
Selain itu, lanjut Yuana, pengunaan popok dewasa dapat menjadi solusi inkontinensia urin pada lansia. Dengan kualitas terbaik untuk kondisi inkontinensia urin pada lansia, pemakaian popok dewasa dinilai dapat membantu lansia atau Kesayangan agar tetap aktif dan bisa menjalani aktivitas sehari-hari dengan normal.
“Pastikan gunakan rangkaian produk popok dewasa Confidence yang sesuai dengan keadaan Kesayangan yaitu tipe perekat untuk lansia dengan kondisi tirah baring dan tipe celana untuk lansia yang aktif. Popok dewasa Confidence sudah teruji klinis hypoallergenic teruji oleh dermatologis dari Australia sehingga aman untuk kulit sensitif dan sudah tersertifikasi halal,” kesimpulannya
