Masjid Jami Soeprapto Soeparno: Warisan Spiritualitas dan Inklusi Sosial di Tengah Jantung Jakarta Timur Is

Di tengah hiruk-pikuk urban Jakarta Timur, sebuah proyek monumental diresmikan melalui peletakan batu pertama Masjid Jami Soeprapto Soeparno—masjid yang bukan hanya akan menjadi pusat ibadah, tetapi juga oase sosial bagi masyarakat sekitar.

Jul 6, 2025 11:11 · 1 tahun lalu
Masjid Jami Soeprapto Soeparno: Warisan Spiritualitas dan Inklusi Sosial di Tengah Jantung Jakarta Timur  Is
Masjid Jami Soeprapto Soeparno: Warisan Spiritualitas dan Inklusi Sosial di Tengah Jantung Jakarta Timur Is

INFOBAIK I JAKARTA, — Di tengah hiruk-pikuk urban Jakarta Timur, sebuah proyek monumental diresmikan melalui peletakan batu pertama Masjid Jami Soeprapto Soeparno—masjid yang bukan hanya akan menjadi pusat ibadah, tetapi juga oase sosial bagi masyarakat sekitar. Bertempat di Jl. Pusdiklat Depnaker, Kp. Makassar, dan bersebelahan dengan Taman Tuna Netra YATUNA, pembangunan ini membawa semangat keberlanjutan nilai-nilai kemanusiaan yang diwariskan oleh almarhum H. Soeprapto Soeparno.

Masjid ini bukan sekadar tempat salat berjamaah. Lebih dari itu, proyek ini dirancang sebagai simbol inklusi sosial, spiritualitas, dan filosofi kehidupan Islami yang bersumber dari nilai berbagi, menyantuni, dan menyatukan masyarakat. Dengan luas lahan mencapai 12.520 m² dan luas bangunan 1.700 m², masjid dua lantai ini akan dilengkapi fasilitas ramah disabilitas, lansia, dan keluarga, serta area terbuka hijau yang mengundang kebersamaan.

Ahmad Yuniarto, putra sulung almarhum, menjelaskan bahwa inisiatif ini lahir dari keinginan ibunda, Hj. Nuraini Soeprapto, untuk melanjutkan semangat sang suami membangun rumah ibadah. Sebelumnya, keluarga telah membangun dua masjid di Pangkalpinang sebagai bagian dari dedikasi sosial dan spiritual keluarga besar.

“Ini bukan hanya bentuk pengabdian kami kepada orang tua, tapi juga wujud tanggung jawab sosial kami sebagai generasi penerus. Kami berharap, ini menjadi amal jariyah yang terus mengalir dan menjadi inspirasi bagi banyak keluarga di Indonesia,” ujar Ahmad.

Masjid Jami Soeprapto Soeparno dirancang oleh SPOTLIGHT SPACES, firma arsitektur ternama dengan rekam jejak 25 tahun. Menurut Zulfarani, Head of Project, desain masjid menekankan pada prinsip tropis-modern, ventilasi alami, serta filosofi spiritual—seperti atap simetris dan siluet ikan pari yang melambangkan kekuatan, keseimbangan, dan keterhubungan dengan Sang Pencipta.

“Masjid ini bukan hanya indah secara visual, tetapi juga inklusif dan fungsional, tempat yang mampu melayani semua kalangan—dari anak-anak hingga penyandang disabilitas,” tegas Zulfarani.

Kegiatan groundbreaking turut dihadiri tokoh-tokoh penting keluarga besar JNE dan TIKI, seperti M. Feriadi Soeprapto (Presiden Direktur JNE) dan Yulina Hastuti (Direktur Utama TIKI), yang menyampaikan dukungannya.

“Masjid ini akan menjadi landmark spiritual yang memperkaya arsitektur kota sekaligus pusat gerakan sosial. Kami ingin filosofi dasar JNE—‘Berbagi, Memberi, dan Menyantuni’—terus hidup di sini,” kata M. Feriadi.

Sementara itu, Yulina menambahkan, “Inisiatif ini adalah wujud nyata dari visi keluarga dalam menjunjung nilai inklusivitas dan kepedulian terhadap masyarakat marginal, termasuk penyandang tunanetra dan anak yatim.”

Masjid Jami Soeprapto Soeparno dirancang bukan hanya sebagai tempat ibadah, melainkan juga sebagai ruang pemberdayaan komunitas. Dengan selesainya proyek ini pada Juni 2026 nanti, masjid ini diproyeksikan menjadi pusat dakwah, edukasi, dan kegiatan sosial yang dinamis—ikon baru Jakarta Timur yang merangkul semua kalangan.