Menparekraf : Film Pelangi di Mars Jadi Penanda Lompatan Teknologi Film Indonesia

Kementerian Ekraf dorong kemajuan perfilman nasional lewat teknologi XR dan eksplorasi genre baru melalui special screening Pelangi di Mars. Upaya ini menjadi strategi memperkuat ekonomi kreatif sebagai mesin pertumbuhan baru Indonesia.

Apr 3, 2026 15:13 · 6 bulan lalu
Menparekraf : Film Pelangi di Mars Jadi Penanda Lompatan Teknologi Film Indonesia
Menparekraf : Film Pelangi di Mars Jadi Penanda Lompatan Teknologi Film Indonesia

INFOBAIK I BANDUNG,– Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) mendorong penguatan perfilman nasional melalui pemanfaatan teknologi dan eksplorasi genre baru melalui pemutaran khusus Pelangi di Mars bagi Kabinet Merah Putih. Kegiatan ini turut memperkuat sektor ekonomi kreatif sebagai mesin pertumbuhan baru.

Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya, menegaskan bahwa Pelangi di Mars mencerminkan keberanian sineas Indonesia dalam mengembangkan pendekatan baru dalam produksi film.

“Film ini menunjukkan keberanian dalam mengeksplorasi genre fiksi ilmiah sekaligus memanfaatkan teknologi XR untuk menghadirkan pengalaman yang lebih imersif. Ini adalah lompatan penting bagi perfilman Indonesia,” ujar Menteri Ekraf, Jumat (3/4/2026)

Menteri Ekraf menambahkan, Kementerian Ekraf akan terus memperkuat industri melalui fasilitas akses pasar, promosi, serta pembiayaan berbasis kekayaan intelektual agar film Indonesia semakin kompetitif di tingkat global.

“Kami ingin film Indonesia tidak hanya kuat di dalam negeri, tetapi juga mampu bersaing di tingkat global,” tambahnya.

Sementara itu, Sutradara film Pelangi di Mars, Upie Guava, menyatakan bahwa proyek ini berangkat dari upaya mengisi celah dalam pengembangan teknologi perfilman yang selama ini belum banyak digarap.

“Kami melihat ada satu pilar yang belum banyak disentuh, yaitu infrastruktur teknologi dalam produksi film. Oleh karena itu, kami melakukan berbagai eksperimen untuk mengikuti arah perkembangan global yang kini mengarah pada pemanfaatan XR guna menghadirkan pengalaman visual yang lebih imersif. Ini menjadi batu loncatan untuk membangun imajinasi anak-anak Indonesia agar ke depan mampu menciptakan karya dan menaklukkan dunia,” jelasnya

Sementara itu, Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Seto Mulyadi, menilai film Pelangi di Mars tidak hanya unggul secara teknologi, tetapi juga memiliki nilai edukatif yang kuat bagi anak-anak.

“Film ini tidak hanya menghibur, tetapi juga menanamkan nilai persahabatan, kejujuran, dan ketangguhan. Ini penting agar anak-anak tidak mudah menyerah dan berani menghadapi tantangan di masa depan,” ujarnya.

Pemutaran khusus ini menjadi langkah awal dalam memperkenalkan pendekatan baru produksi film berbasis teknologi, sekaligus membuka ruang lebih luas bagi karya kreatif Indonesia untuk berkembang.