PDIP Pecat Jokowi Bukan Mundur

PDIP menegaskan Jokowi dipecat pada Desember 2024, bukan mundur dari partai.

Jun 14, 2026 10:47 · 4 bulan lalu
PDIP Pecat Jokowi Bukan Mundur
PDIP Pecat Jokowi Bukan Mundur

INFOBAIK I JAKARTA,-Ketegangan politik antara Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) kembali memanas.

PDIP secara tegas menyatakan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo atau Jokowi, sudah dipecat dari partai berlambang banteng tersebut sejak Desember 2024, sehingga narasi bahwa Jokowi meninggalkan PDIP dinilai tidak tepat.

Politikus PDIP, Guntur Romli, meluruskan pernyataan Ketua DPP PSI Bestari Barus yang sebelumnya menyebut penyematan jaket PSI kepada Jokowi menjadi simbol bahwa mantan presiden itu tidak lagi bersama PDIP.

"Jokowi bukan keluar atau mundur dari PDIP. Jokowi sudah dipecat bersama Gibran Rakabuming Raka, Bobby Nasution, dan 27 kader lainnya pada Desember 2024," tegas Guntur, Minggu (14/6/2026).

Guntur menyebut pemecatan tersebut dilakukan karena adanya pelanggaran terhadap konstitusi partai, Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), serta berbagai peraturan internal PDIP.

Menurutnya, status Jokowi bukan lagi urusan PDIP karena keputusan pemecatan telah berlaku. Ia menilai Jokowi kini bebas menentukan pilihan politiknya, termasuk jika bergabung dengan partai lain.

"Karena sudah dipecat, maka bukan menjadi urusan PDI Perjuangan apakah Jokowi memilih tidak berpartai atau bergabung dengan partai tertentu," ujarnya.

Tak hanya itu, Guntur juga menyinggung sikap para pendukung Jokowi ketika mantan Wali Kota Solo tersebut masih berada di PDIP. Ia mengingatkan bahwa istilah "petugas partai" dulu kerap dipersoalkan oleh kelompok pendukung Jokowi.

Guntur menilai perubahan posisi politik Jokowi saat ini justru memperlihatkan kontradiksi. Ia menyebut masuknya Jokowi ke partai lain hanya akan melayani kepentingan elektoral.

Di sisi lain, PSI justru bersiap memberikan panggung baru bagi Jokowi. Ketua DPP PSI Bestari Barus memastikan partainya akan menyematkan jaket PSI kepada Jokowi sebagai simbol resmi bergabungnya mantan presiden tersebut sebagai Ketua Dewan Pembina PSI.

Bestari menegaskan penyematan jaket itu bukan sekadar seremoni politik, melainkan bentuk penegasan kepada publik mengenai posisi terbaru Jokowi.

"Nanti setelah disematkan jaket itu dan diumumkan secara resmi oleh Ketua Umum, masyarakat akan memahami bahwa Pak Jokowi sudah bersama PSI dan tidak lagi bersama PDI," kata Bestari.

Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep, disebut akan melakukan penyematan jaket tersebut. Namun, hingga kini PSI belum mengumumkan jadwal resmi prosesi itu.

Polemik ini menunjukkan bahwa nama Jokowi masih menjadi magnet politik yang diperebutkan berbagai kepentingan menjelang dinamika politik nasional berikutnya. Di satu sisi, PDIP berupaya menegaskan bahwa hubungan politik dengan Jokowi telah berakhir melalui mekanisme pemecatan. Di sisi lain, PSI berusaha memanfaatkan momentum kedekatan dengan Jokowi untuk memperkuat identitas dan daya tarik elektoral partai.