Pegadaian Jabar Catat Penjualan Emas Naik 5 Persen

Pegadaian Kanwil X Jawa Barat mencatat penjualan emas naik 5 persen

Jun 20, 2026 10:00 · 4 bulan lalu
Pegadaian Jabar Catat Penjualan Emas Naik 5 Persen
Pegadaian Jabar Catat Penjualan Emas Naik 5 Persen

INFOBAIK I BANDUNG, – Minat masyarakat membeli emas kembali meningkat seiring stabilnya harga logam mulia dalam beberapa pekan terakhir. PT Pegadaian (Persero) Kantor Wilayah X Jawa Barat mencatat pertumbuhan penjualan emas sekitar 5 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Pemimpin Wilayah PT Pegadaian (Persero) Kanwil X Jawa Barat, Eko Supriyanto, mengatakan tren pembelian emas mulai menunjukkan pemulihan setelah sebelumnya masyarakat cenderung menahan transaksi akibat fluktuasi harga.

“Bulan ini kami sudah mencatat pertumbuhan positif dibandingkan bulan lalu. Penjualan emas naik sekitar 5 persen. Masyarakat mulai kembali membeli emas karena harga sudah lebih stabil,” kata Eko, Sabtu (20/6/2026)

Menurutnya, penguatan dolar Amerika Serikat tidak memberikan dampak signifikan terhadap harga emas di Indonesia. Meski nilai tukar dolar sempat naik, harga emas domestik justru bergerak relatif stabil.

“Ketika dolar naik, harga emas di Indonesia justru sempat turun sehingga harga emas dalam negeri relatif stabil. Saat ini harga emas berada di kisaran Rp2,7 juta hingga Rp2,8 juta per gram dan pergerakannya tidak terlalu jauh,” ujarnya.

Eko menilai kondisi saat ini menjadi momentum yang baik bagi masyarakat untuk mulai menambah investasi emas. Ia menjelaskan harga emas saat ini lebih menarik dibandingkan dua hingga tiga bulan lalu dan sudah menunjukkan tanda-tanda stabilisasi.

“Sekarang saat yang bagus untuk membeli emas. Harganya lebih rendah dibanding beberapa bulan lalu dan sudah mulai stabil. Jadi masyarakat tidak perlu menunggu terlalu lama karena belum tentu harga akan turun lagi,” jelasnya.

Ia menegaskan investasi emas berbeda dengan saham yang sering diburu saat harga turun tajam. Menurutnya, emas dapat dibeli kapan saja selama memiliki dana karena nilai aset tersebut cenderung meningkat dalam jangka panjang.

“Kalau emas, kapan pun saat punya dana sebenarnya saat yang tepat untuk membeli. Yang penting investasi emas dilakukan untuk jangka panjang, bukan jangka pendek,” katanya.

Eko juga mengingatkan masyarakat agar tidak panik ketika harga emas mengalami koreksi sesaat. Menurutnya, banyak investor pemula yang terlalu fokus pada pergerakan harga harian meski tidak berniat menjual emas yang dimiliki.

“Emas itu instrumen investasi jangka panjang. Jadi ketika harga turun sedikit tidak perlu panik karena dalam jangka panjang nilainya terus bertumbuh,” ujarnya.

Di sisi lain, aktivitas gadai di Pegadaian masih berjalan stabil. Eko menyebut jumlah transaksi gadai saat ini memang belum setinggi awal tahun, tetapi tetap menunjukkan kinerja yang sehat.

Ia menjelaskan momentum Lebaran dan persiapan tahun ajaran baru membuat banyak nasabah datang ke Pegadaian untuk menebus kembali emas yang sebelumnya digadaikan.

“Nasabah banyak yang mengaktifkan kembali atau menebus emas yang mereka simpan di Pegadaian karena kebutuhan setelah Lebaran dan menjelang masuk sekolah,” katanya.

Eko mengungkapkan emas masih mendominasi barang jaminan yang diterima Pegadaian. Sekitar 95 persen barang jaminan berasal dari emas, sedangkan sisanya terdiri dari kendaraan bermotor dan barang elektronik.

“Sekitar 95 persen barang jaminan di Pegadaian adalah emas. Sisanya kendaraan dan elektronik, tetapi jumlahnya relatif kecil,” ungkapnya.

Menurut Eko, dominasi emas menunjukkan semakin tingginya kesadaran masyarakat terhadap investasi logam mulia. Selain mudah disimpan, emas juga dinilai mampu menjaga nilai aset dari tekanan inflasi.

“Masyarakat sekarang semakin memahami manfaat investasi emas. Harganya terus naik dalam jangka panjang, mudah disimpan, dan mampu melindungi nilai aset saat terjadi inflasi,” pungkasnya