Penumpang Kereta Api di Bandung Tumbuh hingga 11%, Peluang Ekonomi dan Pariwisata Menguat
Jumlah penumpang kereta api di Bandung tumbuh hingga 11%, melampaui rata-rata KAI. Peningkatan mobilitas membuka peluang ekonomi dan pariwisata.
INFOBAIK I BANDUNG,– Meningkatnya jumlah pengguna kereta api di Bandung menjadi indikator menguatnya mobilitas masyarakat sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi di sektor transportasi dan pariwisata.
Pertumbuhan jumlah penumpang di wilayah Bandung tercatat mencapai 8% hingga 11%, melampaui pertumbuhan penumpang secara keseluruhan di lingkungan PT Kereta Api Indonesia (Persero).
Vice President Corporate Communications KAI, Anne Purba, mengatakan pertumbuhan penumpang secara keseluruhan di tingkat holding berada di kisaran 7% hingga 8%. Sementara itu, sejumlah layanan kereta di daerah mencatat pertumbuhan hingga dua digit.
Kinerja tersebut menunjukkan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap transportasi berbasis rel, baik untuk perjalanan harian maupun perjalanan jarak jauh.
"Kondisi ini juga memberikan peluang bagi pengembangan layanan transportasi yang terintegrasi dengan pusat kegiatan ekonomi dan destinasi wisata,"kata Anne di Bandung, Rabu (14/10/2026) malam.
BAC JUGA: KAI Daop 2 Bandung Imbau Penumpang Antisipasi Rekayasa Lalu Lintas Pocari Sweat Run 2026
Di wilayah Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung, peningkatan jumlah penumpang disebut mencapai hampir 11%. Capaian tersebut mencerminkan tingginya aktivitas perjalanan masyarakat yang menggunakan kereta api sebagai salah satu pilihan transportasi.
Pertumbuhan juga terjadi pada layanan kereta yang menghubungkan Bandung dengan sejumlah wilayah di sekitarnya. Salah satu layanan yang disoroti adalah kereta rute Bandung–Banjaran, yang menurut pemaparan narasumber mencatat peningkatan jumlah pengguna lebih dari 400%.
"Kehadiran layanan ini memperluas akses masyarakat terhadap transportasi kereta api, terutama melalui fasilitas stasiun antara yang memungkinkan penumpang naik dan turun di sejumlah titik perjalanan,"ujarnya
Wisatawan Asing Ikut Mendorong Penggunaan Kereta
Selain mobilitas masyarakat domestik, wisatawan asing turut menjadi bagian dari pertumbuhan pengguna kereta api di Indonesia.
Anne menjelaskan pada periode Januari hingga September 2026, jumlah wisatawan asing yang menggunakan kereta api tercatat sekitar 760.000 orang. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan jumlah sekitar 600.000 orang sepanjang 2025, berdasarkan data yang disampaikan narasumber.
Peningkatan ini memperlihatkan potensi layanan kereta api dalam mendukung pergerakan wisatawan antardaerah. Kereta dapat menjadi salah satu moda transportasi yang menghubungkan pintu masuk wisatawan dengan kota-kota tujuan wisata, termasuk Bandung dan wilayah sekitarnya.
Peningkatan mobilitas wisatawan berpotensi memberikan dampak lanjutan terhadap berbagai sektor, seperti perhotelan, kuliner, perdagangan, dan jasa pariwisata.
"Namun, besarnya dampak tersebut tetap bergantung pada pola perjalanan wisatawan serta keterhubungan transportasi dengan destinasi yang dikunjungi,"katanya
Kinerja angkutan penumpang yang terus bertumbuh juga menjadi tantangan bagi penyedia layanan untuk menjaga kapasitas, ketepatan waktu, dan kenyamanan perjalanan.
Dengan pertumbuhan penumpang di Bandung yang berada di atas rata-rata pertumbuhan KAI secara keseluruhan, pengembangan konektivitas antarmoda dan peningkatan kualitas layanan berpotensi menjadi faktor penting untuk mendukung mobilitas masyarakat sekaligus memperkuat aktivitas ekonomi daerah.

