Penyaluran KUR Jawa Barat Tembus Rp3,04 Triliun

Penyaluran KUR Jawa Barat tembus Rp3,04 triliun hingga Januari 2026. OJK mencatat Jabar jadi salah satu daerah dengan kredit UMKM terbesar dan motor penggerak ekonomi nasional.

Apr 7, 2026 10:50 · 6 bulan lalu
Penyaluran KUR Jawa Barat Tembus Rp3,04 Triliun
Penyaluran KUR Jawa Barat Tembus Rp3,04 Triliun

INFOBAIK I BANDUNG,- Pergerakan ekonomi Jawa Barat kembali menunjukkan tren positif. Di tengah upaya pemulihan dan penguatan sektor riil, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di provinsi ini mencatatkan angka yang mengesankan, menegaskan peran strategisnya sebagai salah satu pusat pertumbuhan UMKM terbesar di Indonesia.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Barat terus mendorong penyaluran kredit kepada sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), termasuk melalui KUR, sebagai bagian dari upaya memperkuat perekonomian daerah yang berkelanjutan.

Kepala OJK Provinsi Jawa Barat, Darwisman, dalam kegiatan media update Triwulan I Tahun 2026 di Bandung, Rabu (1/4), menyampaikan bahwa hingga Januari 2026, Jawa Barat tetap menjadi salah satu kontributor utama penyaluran kredit UMKM nasional.

“Total kredit UMKM di Jawa Barat mencapai Rp186 triliun atau 12,51 persen dari total nasional. Capaian ini menempatkan Jawa Barat sebagai provinsi dengan penyaluran kredit UMKM terbesar kedua setelah Jawa Timur,” ujar Darwisman, Rabu (1/4/2026)

Dari sisi jumlah, rekening kredit UMKM di Jawa Barat telah menyentuh 3,5 juta rekening. Lima daerah dengan penyaluran terbesar yakni Kota Bandung sebesar Rp25,05 triliun, Kabupaten Bekasi Rp16,80 triliun, Kabupaten Bogor Rp15,45 triliun, Kabupaten Bandung Rp13,54 triliun, dan Kota Bekasi Rp12,41 triliun. Tingginya angka ini tidak lepas dari besarnya populasi, banyaknya pelaku usaha, serta aktivitas ekonomi yang sangat dinamis.

Sementara itu, penyaluran KUR di Jawa Barat juga menunjukkan tren positif. Hingga Januari 2026, sebanyak 48.342 pelaku usaha telah memanfaatkan fasilitas KUR dengan total penyaluran mencapai Rp3,04 triliun dan standing sebesar Rp2,94 triliun. Skema KUR Mikro mendominasi dengan porsi 60,28 persen dari total outstanding.

“Penyaluran KUR di Jawa Barat menempati posisi ketiga terbesar secara nasional setelah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Ini menunjukkan tingginya pemanfaatan sumber daya produktif oleh pelaku usaha untuk mengembangkan usahanya,” jelas Darwisman.

Jika ditarik ke tingkat daerah, Kabupaten Bogor menjadi wilayah dengan KUR terbesar yang beredar mencapai Rp266,87 miliar, disusul Kabupaten Bekasi Rp235,04 miliar, Kabupaten Bandung Rp220,02 miliar, Kabupaten Garut Rp181,37 miliar, dan Kota Bandung Rp166,67 miliar. Kawasan-kawasan ini dinilai menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru sekaligus motor penggerak penyaluran KUR di Jawa Barat.

Dengan dukungan jumlah penduduk yang besar, ekosistem UMKM yang kuat, serta posisi geografis yang strategis dekat dengan Jakarta, Jawa Barat dinilai memiliki peluang besar untuk terus meningkatkan penyaluran KUR ke depan. 

Infrastruktur yang semakin terintegrasi—mulai dari bandara internasional, pelabuhan, hingga jaringan transportasi darat—menjadi katalis utama pertumbuhan ekonomi daerah.

OJK Jawa Barat pun menegaskan komitmennya untuk terus mengoptimalkan penyaluran kredit UMKM dan KUR, sekaligus menjaga kualitas pembiayaan agar tetap sehat dan berkelanjutan.

Langkah ini diyakini tidak hanya memperkuat daya tahan UMKM, tetapi juga menjadikan Jawa Barat sebagai salah satu episentrum pertumbuhan ekonomi nasional berbasis sektor produktif.