Persib Gandeng Bank BJB Lagi, Laba Semester I 2026 Melonjak 59%
Persib kembali menggandeng Bank BJB untuk Liga 1 2026/2027.
INFOBAIK I BANDUNG, – Persib Bandung kembali menggandeng Bank BJB sebagai Official Banking Partner untuk menghadapi Liga 1 musim 2026/2027.
Di tengah kerja sama tersebut, Bank BJB mencatat pertumbuhan kinerja keuangan yang signifikan sepanjang semester I 2026.
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) atau Bank BJB resmi menjalin kembali kemitraan dengan PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) pada Jumat, 14 Agustus 2026.
Kerja sama Bank BJB dan Persib bukan kali pertama terjadi. Kedua pihak sebelumnya berkolaborasi pada musim 2014 ketika Persib mengakhiri penantian selama 19 tahun dengan meraih gelar juara liga.
CEO PT Persib Bandung Bermartabat Glenn Sugita mengatakan kemitraan terbaru tersebut tidak hanya mengejar eksposur merek, tetapi juga menghadirkan manfaat bagi Bobotoh, nasabah, dan masyarakat.
“Bagi kami, partnership yang baik bukan hanya tentang branding dan pertandingan. Yang lebih penting adalah bagaimana kita bisa menghadirkan pengalaman, inovasi, dan manfaat nyata bagi Bobotoh, nasabah, serta masyarakat,” kata Glenn, dikutip dari laman Persib Bandung, Sabtu (15/8/2026).
Laba Bank BJB Melonjak 59%
Bank BJB mencatat laba bersih Rp782,83 miliar pada semester I 2026 berdasarkan laporan keuangan konsolidasian unaudited per 30 Juni 2026.
Capaian tersebut meningkat sekitar 59% dibandingkan laba bersih Rp492,94 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Bank BJB juga meningkatkan pendapatan bunga dan syariah neto sebesar 9,05% menjadi Rp3,94 triliun dari Rp3,61 triliun.
Pada saat yang sama, bank menurunkan beban bunga dan bagi hasil syariah sebesar 12,30% menjadi Rp4,27 triliun dari Rp4,87 triliun.
Bank BJB juga mencatat perubahan positif pada arus kas operasi. Arus kas neto dari aktivitas operasi mencapai Rp16,07 triliun, berbalik dari defisit Rp2,21 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Peningkatan simpanan giro sebesar Rp9,01 triliun serta penerimaan transaksi repo efek sebesar Rp10,38 triliun turut menopang arus kas tersebut.
Bank BJB juga menekan pembayaran beban bunga sebesar 12,8% menjadi Rp4,02 triliun dari Rp4,61 triliun pada tahun sebelumnya.
Aset Bank BJB Tembus Rp228,24 Triliun
Dari aktivitas investasi, Bank BJB mencatat arus kas keluar bersih Rp3,98 triliun. Bank mengalokasikan sebagian besar dana tersebut untuk penempatan pada instrumen surat berharga senilai Rp7,13 triliun.
Pada aktivitas pendanaan, BJBR menggunakan arus kas operasional untuk membayar kewajiban pinjaman sebesar Rp8,24 triliun.
Bank BJB juga membagikan dividen kas Rp900 miliar sepanjang semester I 2026. Nilai tersebut sedikit meningkat dibandingkan Rp896,9 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Serangkaian aktivitas tersebut membawa posisi kas dan setara kas Bank BJB pada akhir Juni 2026 mencapai Rp28,36 triliun. Angka itu meningkat 31,2% dari Rp21,61 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Dari sisi neraca, total aset BJBR mencapai Rp228,24 triliun pada akhir Juni 2026, naik dari Rp221,34 triliun pada akhir 2025. Bank BJB mencatat liabilitas sebesar Rp197,27 triliun dan ekuitas Rp19,76 triliun pada periode tersebut.
