Pesawat Listrik X1 Terbang 27 Menit, Cuma Rp89 Ribu

Pesawat listrik terbesar dunia, X1 milik Heart Aerospace, sukses terbang 27 menit dengan biaya listrik sekitar Rp89 ribu dalam uji perdana di AS.

Aug 23, 2026 12:00 · 1 bulan lalu
Pesawat Listrik X1 Terbang 27 Menit, Cuma Rp89 Ribu
Pesawat Listrik X1 Terbang 27 Menit, Cuma Rp89 Ribu

INFOBAIK I BANDUNG,- Pesawat Listrik Terbesar Dunia Terbang 27 Menit, Biaya Cuma Rp89 Ribu Pesawat listrik terbesar di dunia mencatat penerbangan perdana di Amerika Serikat dengan durasi 27 menit. Menariknya, penerbangan uji tersebut hanya membutuhkan biaya listrik sekitar US$5 atau setara Rp89.100.

Pesawat demonstrator X1 milik Heart Aerospace mengudara dari Plattsburgh International Airport, New York, Amerika Serikat. Pesawat tersebut mencapai ketinggian 1.100 kaki atau sekitar 335 meter dalam penerbangan perdananya.

Penerbangan X1 menjadi pengujian perdana sistem propulsi listrik berskala megawatt milik Heart Aerospace di udara. Sistem tersebut mampu menghasilkan daya lebih dari 1 megawatt.

Heart Aerospace menyebut X1 sebagai pesawat listrik sepenuhnya terbesar yang pernah terbang. Pesawat ini memiliki bobot lebih dari 25.000 pon atau sekitar 11,3 ton saat lepas landas, dengan rentang sayap mencapai 106 kaki atau sekitar 32 meter.

Biaya listrik sekitar US$5 menjadi salah satu perhatian utama dari penerbangan tersebut. Angka itu terlihat kontras dengan biaya bahan bakar pesawat konvensional di Amerika Serikat yang saat ini berada di kisaran US$3,50 per galon.

Harga bahan bakar jet tersebut meningkat sekitar 63% dibandingkan setahun sebelumnya. Administrasi Informasi Energi Amerika Serikat (EIA) memperkirakan harga grosir rata-rata bahan bakar jet sepanjang 2026 mencapai US$3,37 per galon.

Di sisi lain, Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) memperkirakan maskapai penerbangan secara global akan menghabiskan sekitar US$350 miliar untuk bahan bakar pada 2026. Nilai tersebut hampir sepertiga dari total biaya operasional industri penerbangan.

Meski demikian, biaya penerbangan X1 belum bisa dibandingkan secara langsung dengan pesawat konvensional. X1 merupakan pesawat demonstrator yang tidak membawa penumpang dan belum digunakan untuk layanan komersial.

Namun, uji terbang tersebut menunjukkan bahwa sistem propulsi listrik berskala megawatt Heart Aerospace dapat beroperasi di udara pada pesawat dengan bobot lebih dari 25.000 pon.

Ukuran X1 juga jauh lebih besar dibandingkan pesawat listrik yang sebelumnya telah melakukan penerbangan. Bobotnya bahkan mendekati pesawat regional komersial berukuran kecil.

Heart Aerospace menggunakan X1 sebagai platform pengembangan ES-30, pesawat hybrid-electric berkapasitas 30 penumpang yang sedang dipersiapkan untuk penerbangan komersial.

ES-30 dirancang mampu menempuh jarak hingga 125 mil atau sekitar 201 kilometer dengan tenaga baterai sepenuhnya. Dengan sistem hybrid-electric, jaraknya ditargetkan mencapai 500 mil atau sekitar 805 kilometer.

Heart Aerospace juga menargetkan waktu pengisian baterai ES-30 sekitar 30 menit. Perusahaan memperkirakan pesawat tersebut dapat memangkas biaya operasional lebih dari 40% dibandingkan pesawat regional yang digunakan saat ini.

Layanan komersial ES-30 ditargetkan mulai beroperasi pada 2031. Pengembangan pesawat ini telah menarik perhatian sejumlah maskapai besar.

Heart Aerospace menyebut ES-30 telah mendapatkan komitmen pelanggan dengan nilai sekitar US$9,4 miliar, termasuk dari United Airlines dan Air Canada.

Saat ini, perusahaan tengah membangun unit pra-produksi pertama ES-30 di fasilitas manufaktur percontohan di Los Angeles. Pengujian penerbangan ES-30 dijadwalkan dimulai pada 2028.

Uji terbang X1 menjadi tahap penting dalam pengembangan pesawat regional bertenaga listrik. Keberhasilan pengoperasian sistem listrik berdaya lebih dari 1 megawatt di udara menjadi pijakan bagi Heart Aerospace untuk melanjutkan pengembangan ES-30 menuju layanan penerbangan komersial.