PLN Targetkan 137.266 Pelanggan Baru
PLN mempercepat Program Listrik Desa melalui kolaborasi lintas sektor dengan target menjangkau 137.266 pelanggan baru di 2.792 lokasi hingga akhir 2026.
INFOBAIK I JAKARTA, – PT PLN (Persero) mempercepat implementasi Program Listrik Desa melalui penguatan kolaborasi lintas sektor guna memperluas akses listrik bagi masyarakat di berbagai wilayah Indonesia. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mewujudkan pemerataan energi dengan dukungan anggaran Rp10,3 triliun pada tahap pertama tahun 2026.
PLN memperkuat sinergi melalui penyelenggaraan Alignment Forum Program Listrik Desa yang melibatkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), pemerintah daerah, kejaksaan, akademisi, pelaku industri, asosiasi, serta mitra kerja. Forum tersebut menyelaraskan strategi pelaksanaan, memperkuat tata kelola, dan mempercepat realisasi elektrifikasi nasional.
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Ing Tri Winarno, menegaskan validasi data menjadi kunci agar Program Listrik Desa berjalan tepat sasaran. Pemerintah juga mengawal implementasi program bersama Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) serta Kejaksaan untuk memastikan penggunaan anggaran berlangsung transparan dan akuntabel.
"Kami ingin memastikan seluruh lokasi yang memang membutuhkan listrik dapat teridentifikasi dengan baik sehingga pelaksanaan Program Listrik Desa benar-benar tepat sasaran dan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat," ujarnya, Jumat (17/7/2026)
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menegaskan pemerataan akses listrik harus diwujudkan melalui tindakan nyata. Menurutnya, Program Listrik Desa tidak hanya menghadirkan jaringan listrik, tetapi juga membuka peluang ekonomi, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, serta memperkuat ketahanan energi nasional.
Darmawan menyampaikan PLN terus menjalankan arahan Presiden Prabowo Subianto dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia untuk menghadirkan keadilan energi bagi seluruh masyarakat Indonesia melalui percepatan elektrifikasi hingga ke daerah terpencil.
Direktur Pembinaan Ketenagalistrikan Strategis Kementerian ESDM, Andriah Feby Misna, menjelaskan pemerintah telah menyusun roadmap Program Listrik Desa yang terintegrasi dengan Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL).
Integrasi tersebut mempercepat penyambungan listrik bagi masyarakat kurang mampu sehingga akses listrik dapat menjangkau lebih banyak rumah tangga.
Hingga April 2026, PLN telah merealisasikan penyediaan akses listrik melalui pendanaan APBN di 1.403 lokasi dengan layanan bagi 40.724 rumah tangga. Sampai akhir 2026, PLN bersama pemerintah menargetkan perluasan program di 2.792 lokasi dengan potensi menjangkau 137.266 calon pelanggan baru.
Percepatan Program Listrik Desa juga mendapat dukungan dari pemerintah daerah. Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda menyampaikan jumlah desa yang belum menikmati listrik di wilayahnya turun dari sekitar 70 desa pada awal 2025 menjadi 43 desa pada 2026. Ia berharap seluruh desa yang masih belum berlistrik segera memperoleh akses melalui penyelesaian program tahun ini.
Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid juga menegaskan pemerintah daerah siap mempercepat pembangunan infrastruktur kelistrikan dengan memberikan kemudahan perizinan serta memperkuat koordinasi bersama PLN.
"Ketersediaan listrik menjadi fondasi penting untuk meningkatkan investasi, pelayanan publik, dan pertumbuhan ekonomi daerah,"pungkasnya
