PLN UID Jabar Selamatkan Energi Rp1 Miliar Lewat PDKB Kuningan

PLN mengerahkan 222 personel dalam 30 tim untuk merawat 304 titik jaringan listrik di Kuningan tanpa memadamkan listrik.

Sep 25, 2026 08:01 · 12 hari lalu
PLN UID Jabar Selamatkan Energi Rp1 Miliar Lewat PDKB Kuningan
PLN Selamatkan Energi Rp1 Miliar Lewat PDKB Kuningan

INFOBAIK I KUNINGAN – Pemeliharaan jaringan listrik di Kabupaten Kuningan dilakukan tanpa menghentikan pasokan listrik kepada pelanggan. 

Sebanyak 222 personel PLN yang tergabung dalam 30 tim Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB) menangani 304 titik jaringan dalam kegiatan Bakti PDKB yang melibatkan personel dari Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Yogyakarta.

Pemeliharaan dengan metode PDKB tersebut memungkinkan pekerjaan jaringan dilakukan dalam kondisi tetap bertegangan. Dengan demikian, rumah tangga, pelaku usaha, fasilitas publik, hingga aktivitas ekonomi masyarakat tetap memperoleh pasokan listrik selama pekerjaan berlangsung.

BACA JUGA: Manajemen PLN Jabar Turun Langsung Sapa Pelanggan di HPN 2026

Dari pemeliharaan serentak tersebut, PLN memperkirakan potensi energi tidak tersalurkan yang dapat dihindari mencapai 1.022.055 kilowatt hour (kWh). Nilai energi yang terselamatkan tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp1,038 miliar.

General Manager PLN UID Jawa Barat Muhammad Joharifin mengatakan, angka tersebut menggambarkan manfaat pemeliharaan jaringan yang dilakukan tanpa harus menghentikan aliran listrik kepada pelanggan.

“Di balik listrik yang terus menyala, ada pekerjaan pemeliharaan yang harus dilakukan untuk memastikan jaringan tetap andal. Melalui PDKB, kami dapat melakukan pekerjaan tersebut tanpa harus selalu menghentikan aliran listrik. Jaringan tetap kami rawat, sementara masyarakat tetap dapat beraktivitas dan produktivitas pelanggan tetap terjaga,” ujar Muhammad Joharifin, Jumat (25/9/2026)

Menurut dia, pemeliharaan jaringan tidak hanya berkaitan dengan kondisi infrastruktur kelistrikan, tetapi juga kontinuitas aktivitas pelanggan. Ketika pekerjaan dapat dilakukan dalam kondisi bertegangan, potensi gangguan terhadap kegiatan ekonomi dan pelayanan masyarakat dapat diminimalkan.

“Bagi kami, kontribusi PDKB bukan hanya dilihat dari berapa banyak titik jaringan yang berhasil ditangani. Yang lebih penting adalah bagaimana pekerjaan tersebut memberikan manfaat bagi pelanggan. Ketika pemeliharaan dapat dilakukan tanpa penghentian pasokan, masyarakat tetap bisa belajar, bekerja, menjalankan usaha, dan memperoleh pelayanan publik dengan dukungan listrik,” katanya.

Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani mengapresiasi pelaksanaan Bakti PDKB yang menurutnya turut mendukung kontinuitas aktivitas masyarakat dan perekonomian daerah.

“Pasokan listrik yang andal dan tanpa putus merupakan salah satu urat nadi utama dalam menopang kehidupan masyarakat, menggerakkan roda perekonomian, memajukan sektor pariwisata, serta melayani fasilitas publik. Kerja keras petugas PDKB menjadi bukti dedikasi dalam melakukan pemeliharaan dan perbaikan jaringan listrik tanpa memadamkan aliran listrik,” ujar Tuti

Ia menilai pekerjaan PDKB membutuhkan keahlian teknis, presisi, keberanian, serta disiplin tinggi dalam menerapkan standar keselamatan kerja.

“Berkat dedikasi para petugas PDKB, masyarakat Kabupaten Kuningan dapat terus menikmati aliran listrik untuk beraktivitas, belajar, dan berusaha tanpa terganggu pemadaman. Ini merupakan wujud pelayanan publik yang sangat luar biasa,” katanya.

Dalam pelaksanaannya, personel PDKB menggunakan metode Sentuh Langsung, yakni bekerja pada jaringan yang tetap bertegangan dengan kompetensi khusus, peralatan yang sesuai, serta prosedur keselamatan yang ketat.

Ada enam jenis pekerjaan yang dilakukan dalam Bakti PDKB tersebut, meliputi pemasangan Lightning Arrester Jaring, pemasangan Protective Sleeve, pemeliharaan FCO Jaring, penggantian Lightning Arrester Jaring, pemeliharaan Konduktor Terurai, serta pemeliharaan Jumper Atas.

Seluruh pekerjaan dilakukan oleh personel yang memiliki kompetensi khusus. Aspek keselamatan menjadi bagian penting karena pekerjaan dilakukan pada jaringan yang tetap dialiri listrik.

Bakti PDKB juga memperlihatkan kolaborasi lintas wilayah dalam memperkuat kemampuan pemeliharaan jaringan. Tiga unit induk PLN, yakni UID Jawa Barat, UID Jawa Tengah, dan UID Yogyakarta, mengerahkan personelnya untuk menangani ratusan titik jaringan secara serentak di Kuningan.

Dengan pola tersebut, pemeliharaan dapat dilakukan dalam skala besar tanpa secara otomatis diikuti penghentian pasokan kepada pelanggan. Bagi masyarakat dan dunia usaha, kontinuitas listrik menjadi faktor pendukung agar aktivitas harian, kegiatan produksi, perdagangan, pelayanan publik, hingga sektor pariwisata tetap berjalan selama pekerjaan jaringan berlangsung.