Prabowo Kritik Maung Garuda Bocor dan Berisik, Pindad Gerak Cepat Benahi Mobil Kepresidenan

Kritik Presiden Prabowo terhadap Maung Garuda yang bocor dan berisik memacu Pindad bergerak cepat melakukan evaluasi serta penyempurnaan mobil kepresidenan buatan Indonesia.

Jun 14, 2026 16:00 · 4 bulan lalu
Prabowo Kritik Maung Garuda Bocor dan Berisik, Pindad Gerak Cepat Benahi Mobil Kepresidenan
Prabowo Kritik Maung Garuda Bocor dan Berisik, Pindad Gerak Cepat Benahi Mobil Kepresidenan

INFOBAIK I BANDUNG ,– Kritik Presiden Prabowo Subianto terhadap mobil kepresidenan MV3 Garuda Limousine produksi PT Pindad justru memacu percepatan penyempurnaan kendaraan karya anak bangsa tersebut. Pindad langsung bergerak melakukan evaluasi teknis menyeluruh setelah menerima keluhan mengenai atap yang bocor dan suara berisik saat kendaraan melintasi medan tertentu.

Perusahaan pelat merah yang bergerak di industri pertahanan itu menegaskan telah menangani seluruh masukan dari Presiden Prabowo secara cepat dan maksimal. Tim teknis Pindad segera memeriksa setiap komponen kendaraan, melakukan perbaikan, serta memastikan MV3 Garuda Limousine kembali beroperasi sesuai standar yang telah ditetapkan.

Pindad menyebut kritik dari kepala negara menjadi bagian penting dalam proses pengembangan produk nasional. Perusahaan memandang setiap masukan sebagai bahan evaluasi untuk menghadirkan kendaraan yang semakin andal, nyaman, dan berkualitas tinggi.

"Setelah menerima masukan dan evaluasi, tim teknis Pindad segera melakukan pemeriksaan dan perbaikan menyeluruh yang dilakukan dengan tepat dan cepat sehingga kendaraan dapat kembali beroperasi secara optimal sesuai standar yang ditetapkan," tulis Pindad melalui akun resmi perusahaan.

Pindad menjelaskan bahwa MV3 Garuda Limousine pada awalnya dikembangkan sebagai kendaraan kepresidenan berkonfigurasi full armor tanpa fitur sunroof. Namun, kebutuhan protokoler menjelang pelantikan Presiden membuat tim pengembang harus menambahkan fitur tersebut dalam waktu singkat agar Presiden dapat menyapa masyarakat secara langsung saat menjalankan agenda kenegaraan.

Penambahan fitur itu menunjukkan kemampuan adaptasi industri pertahanan nasional dalam memenuhi kebutuhan pengguna dengan cepat. Di sisi lain, proses tersebut juga menghadirkan tantangan teknis yang membutuhkan penyempurnaan berkelanjutan.

Presiden Prabowo sebelumnya membagikan pengalamannya saat menggunakan Maung Garuda dalam berbagai kesempatan. Ia mengaku sempat terbangun ketika hujan deras mengguyur karena mendengar suara tetesan air dari bagian atap kendaraan.

Prabowo juga menemukan suara "geredek-geredek" ketika kendaraan melintasi jalur pegunungan. Meski demikian, Presiden tidak mempermasalahkan kondisi tersebut secara berlebihan karena memahami bahwa setiap produk baru membutuhkan tahapan penyempurnaan.

Alih-alih melontarkan kritik tajam, Prabowo justru meminta Pindad memperbaiki kekurangan yang muncul agar kualitas kendaraan nasional semakin meningkat.

"Ya namanya baru. Saya kirim kembali. Saya bilang, 'Pindad, tolong bocornya dikurangi'," ujar Prabowo.

Sikap Presiden itu menunjukkan dukungan terhadap industri pertahanan dalam negeri. Evaluasi terbuka dari pengguna utama dinilai dapat mempercepat proses inovasi sehingga produk nasional mampu bersaing dengan kendaraan kelas dunia.

Pindad pun menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Presiden Prabowo yang memilih MV3 Garuda Limousine sebagai kendaraan kepresidenan. Perusahaan menilai kepercayaan tersebut menjadi kebanggaan sekaligus amanah besar untuk terus meningkatkan kualitas produk buatan Indonesia.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa membangun industri otomotif pertahanan nasional tidak hanya membutuhkan keberanian untuk berinovasi, tetapi juga kesiapan menerima kritik demi menghasilkan produk yang semakin sempurna. Kritik Presiden Prabowo terhadap Maung Garuda akhirnya berubah menjadi momentum penting bagi Pindad untuk membuktikan kualitas karya anak bangsa di masa depan.