PSI Jabar Klaim Efek Jokowi Makin Besar, Sejumlah Kepala Daerah hingga Pengusaha Ramai Bergabung

Ketua PSI Jawa Barat Abang Ijo Hapidin menyebut efek Jokowi sangat besar terhadap perkembangan PSI. Sejumlah tokoh politik, kepala daerah, aktivis hingga pengusaha ramai bergabung ke PSI jelang dinamika politik 2029.

May 27, 2026 14:00 · 4 bulan lalu
PSI Jabar Klaim Efek Jokowi Makin Besar, Sejumlah Kepala Daerah hingga Pengusaha Ramai Bergabung
PSI Jabar Klaim Efek Jokowi Makin Besar, Sejumlah Kepala Daerah hingga Pengusaha Ramai Bergabung/detikcom

INFOBAIK I BANDUNG,-Peta politik nasional kembali memanas setelah sejumlah tokoh daerah dan pengusaha dikabarkan mulai merapat ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Fenomena ini disebut-sebut tidak lepas dari pengaruh besar mantan Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang dinilai masih memiliki magnet politik kuat di tengah masyarakat.

Ketua DPW PSI Jawa Barat, Abang Ijo Hapidin, bahkan secara terbuka menyebut “efek Jokowi” menjadi faktor utama meningkatnya minat banyak tokoh untuk bergabung dengan PSI. Pernyataan itu disampaikan usai dirinya bertemu Jokowi di Solo, Jawa Tengah, Selasa (26/5/2026).

“Hari ini saya bawa Wakil Bupati Pangandaran yang masih aktif bergabung ke PSI dan banyak. Ada pengusaha besar, ada aktivis, ada semuanya. Pokoknya efek Jokowi ini luar biasa,” ujar Abang Ijo.

Tokoh yang dimaksud adalah Wakil Bupati Pangandaran, Ino Darsono, yang diketahui datang langsung menemui Jokowi di Solo untuk menyampaikan kesiapan bergabung dengan PSI.

Menurut Abang Ijo, masyarakat kini mulai melihat PSI sebagai partai yang sangat dekat dengan sosok Jokowi. Bahkan ia menilai publik sudah memahami arah politik PSI saat ini.

“Orang sudah paham bahwa PSI ini Jokowi. PSI adalah Jokowi,” katanya menegaskan.

Selain Ino Darsono, sejumlah nama lain juga dikabarkan ikut merapat ke PSI. Salah satunya mantan Bupati Way Kanan, Bustami Zainudin. Ada pula mantan Bupati Indramayu, Nina Agustina, yang menyatakan ketertarikannya bergabung karena ingin terus dekat dengan masyarakat.

Nina mengaku langkah politiknya itu juga telah mendapat restu dari Jokowi. Ia menyebut PSI menjadi pilihan baru yang dianggap mampu membawa semangat perubahan sekaligus menjaga kedekatan dengan rakyat.

“Semuanya adalah yang terbaik. Saya ingin tetap bisa dekat dengan masyarakat,” ujar Nina.

Nama Jokowi sendiri disebut menjadi salah satu alasan kuat dirinya memilih PSI sebagai kendaraan politik baru. 

Pernyataan tersebut semakin mempertegas besarnya pengaruh politik Jokowi meski sudah tidak lagi menjabat sebagai presiden.

Gelombang bergabungnya tokoh-tokoh daerah ke PSI dinilai menjadi sinyal bahwa partai berlambang mawar merah itu tengah bersiap membangun kekuatan besar menuju kontestasi politik 2029. 

Dukungan figur publik, kepala daerah, aktivis hingga pengusaha diprediksi bakal memperkuat posisi PSI di tingkat nasional.

Pengamat politik menilai, kedekatan PSI dengan Jokowi bisa menjadi keuntungan besar dalam menarik simpati pemilih muda dan kelompok masyarakat yang selama ini menjadi basis pendukung mantan presiden tersebut.