Sejarah Hari Sumpah Pemuda

Para pemuda dari berbagai daerah itu datang untuk mengikuti Kongres Pemuda II.  Dari Kongres tersebut lahirlah momen bersejarah yang tidak terlupakan. 

Oct 28, 2024 10:06 · 2 tahun lalu
Sejarah Hari Sumpah Pemuda
Sejarah Hari Sumpah Pemuda /Pemkab Lamongan

 

INFOBAIK I BANDUNG,-Peringatan Hari Sumpah Pemuda 2024 jatuh hari Senin 28 Oktober. Tepat pada 96 tahun yang lalu, para pemuda-pemudi Indonesia berkumpul di gedung Indonesisch Club. 

Para pemuda dari berbagai daerah itu datang untuk mengikuti Kongres Pemuda II.  Dari Kongres tersebut lahirlah momen bersejarah yang tidak terlupakan. 

Karena dalam perjuangan tersebut, para pemuda berikrar untuk bersatu.  Ikrar tersebut yang kemudian disebut sebagai Sumpah Pemuda. 

Berikut adalah fakta menarik tentang Sumpah Pemuda seperti dikutip RRI

1. Teks Naskah Sumpah Pemuda oleh Mohammad Yamin

Dalam pembentukan naskah Sumpah Pemuda oleh Mohammad Yamin, terdapat tiga naskah yang di ikrarkan oleh Pemuda Indonesia. Berikut adalah ketiga naskah tersebut. 

1. Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.

2. Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.

3. Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

2. Kongres Pemuda II Digelar di Gedung Indonesisch Club

Berbeda dengan pelaksanaan Kongres Pemuda I, kali ini pertemuan tersebut dilaksanakan di gedung Indonesisch Club pada 28 Oktober 1928. Gedung yang berlokasi di Jalan Kramat Raya itu milik seorang keturunan Tionghoa, Sie Kong Liong. 

Kini, gedung yang menjadi saksi sejarah membaranya semangat pemuda Indonesia telah berubah menjadi museum Sumpah Pemuda. Apakah Anda pernah ke museum Sumpah Pemuda? 

3. Awalnya Kata "Sumpah Pemuda" Tidak Pernah Ada

Tahukah Anda, sebenarnya tidak ada kata "Sumpah" dalam hasil Kongres Pemuda II. Bahkan, Sejarawan JJ Rizal pernah mengatakan kata "Sumpah Pemuda" diberikan bertahun-tahun setelah peristiwa Kongres Pemuda II.

Lantas, kata "Sumpah" ditambahkan sebagai pengingat bagi rakyat Indonesia. Khususnya pemuda, atas ikrar mereka untuk bersatu sebagai sebuah bangsa.