Sisternet 2.0 Diluncurkan: Platform Teknologi XLSMART yang Satukan Edukasi Digital, Keamanan Siber, dan Pemberdayaan Perempuan

Sisternet 2.0 resmi diluncurkan XLSMART sebagai platform teknologi terintegrasi yang menggabungkan edukasi digital, keamanan siber, dan pemberdayaan perempuan Indonesia di era transformasi digital.

Feb 13, 2026 10:00 · 8 bulan lalu
Sisternet 2.0 Diluncurkan: Platform Teknologi XLSMART yang Satukan Edukasi Digital, Keamanan Siber, dan Pemberdayaan Perempuan
Sisternet 2.0 Diluncurkan: Platform Teknologi XLSMART yang Satukan Edukasi Digital, Keamanan Siber, dan Pemberdayaan Perempuan

INFOBAIK I JAKARTA,– Transformasi teknologi digital kini tidak hanya berbicara soal konektivitas, tetapi juga keamanan, inklusivitas, dan pemberdayaan. Menjawab tantangan tersebut, PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) resmi meluncurkan versi terbaru Aplikasi dan Website Sisternet, sebuah platform teknologi terintegrasi yang dirancang khusus untuk memperkuat peran perempuan Indonesia di ekosistem digital nasional.

Melalui pembaruan ini, Sisternet bertransformasi dari sekadar platform literasi digital menjadi digital ecosystem hub—menggabungkan pembelajaran berbasis teknologi, penguatan talenta digital, jejaring komunitas, hingga sistem perlindungan perempuan di ruang siber. 

Peluncuran tersebut dilakukan dalam acara Community Gathering SIS CONNECT dan menjadi bagian dari Gerakan #1JutaSisterDigital di Kantor XLSMART, Jakarta Selatan, Selasa (10/2).

Berbeda dari versi sebelumnya, Sisternet 2.0 hadir dengan pendekatan teknologi yang lebih komprehensif. Platform ini mengintegrasikan fitur DigiHer, yang terhubung langsung dengan program Digital Talent Scholarship milik 

Kementerian Komunikasi dan Digital (KOMDIGI). Integrasi ini memungkinkan perempuan mengakses pelatihan up-skilling dan re-skilling digital nasional secara lebih mudah, terstruktur, dan berbasis kebutuhan industri masa depan.

Director & Chief Regulatory Officer XLSMART, Merza Fachys, menyebutkan bahwa penguatan teknologi pada Sisternet merupakan langkah strategis untuk memastikan transformasi digital berjalan inklusif dan aman.

“Teknologi harus menjadi enabler, bukan ancaman. Sisternet kami kembangkan sebagai platform yang tidak hanya mencetak talenta digital perempuan, tetapi juga melindungi mereka saat beraktivitas di ruang digital,” ujarnya.

Dari sisi keamanan siber, Sisternet menghadirkan Ruang Aman Sister, fitur berbasis integrasi layanan nasional yang terhubung langsung dengan SAPA 129, kanal resmi pengaduan kekerasan berbasis gender online milik Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA). Kehadiran fitur ini menegaskan posisi Sisternet sebagai safe digital platform bagi perempuan Indonesia.

Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan KPPPA RI, Desy Andriani, menilai integrasi ini sebagai terobosan teknologi yang berdampak langsung.

“Ini bukan hanya soal sistem digital, tetapi membangun ekosistem perlindungan berbasis teknologi yang mudah diakses dan dipercaya perempuan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala BPSDM Kemkomdigi RI, Boni Pudjianto, menambahkan bahwa kolaborasi ini memastikan tidak ada hambatan teknologi bagi perempuan untuk naik kelas di era ekonomi digital—mulai dari literasi, sertifikasi, hingga akses peluang kerja.

Hingga saat ini, aplikasi Sisternet telah mencatat lebih dari 1,6 juta unduhan. XLSMART menargetkan angka tersebut meningkat menjadi 2,4 juta pengguna perempuan go digital hingga akhir 2026. Target ini sejalan dengan upaya nasional mencetak 9 juta talenta digital pada 2030.

Dengan keunggulan integrasi teknologi pemerintah, ekosistem pembelajaran digital, dan sistem keamanan siber dalam satu aplikasi, Sisternet diposisikan sebagai platform teknologi sosial yang unik di Indonesia. Tidak hanya mendorong partisipasi perempuan dalam ekonomi kreatif digital, Sisternet juga menjadi contoh konkret sinergi sektor swasta dan pemerintah dalam membangun ruang digital yang aman, inklusif, dan berkelanjutan.

Melalui Sisternet, XLSMART menegaskan bahwa masa depan teknologi digital Indonesia harus tumbuh bersama nilai perlindungan, kesetaraan, dan pemberdayaan—khususnya bagi perempuan sebagai pilar utama transformasi digital nasional.