Telkom Perkuat Infrastruktur Digital untuk Perluas Akses Keuangan hingga Daerah
Telkom memperkuat infrastruktur digital bersama Danantara untuk memperluas inklusi keuangan, menekan beban investasi teknologi, dan mendukung kedaulatan digital Indonesia.
INFOBAIK I JAKARTA – Perluasan layanan keuangan digital di Indonesia tidak hanya bergantung pada pertumbuhan aplikasi dan transaksi digital, tetapi juga membutuhkan dukungan infrastruktur teknologi yang mampu menghubungkan pelaku industri keuangan hingga ke berbagai wilayah.
Kebutuhan tersebut menjadi salah satu fokus PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk melalui pengembangan solusi digital terintegrasi bersama Danantara Indonesia. Sinergi tersebut diarahkan untuk memperkuat fondasi ekonomi digital sekaligus memperluas akses layanan keuangan secara lebih inklusif.
Kapabilitas tersebut ditampilkan Telkom melalui Telkom Solution dalam Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) & Indonesia Fintech Summit & Expo (IFSE) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta.
Telkom membawa portofolio yang mencakup konektivitas berkecepatan tinggi, komputasi awan (cloud), pusat data (data center), aplikasi digital, keamanan siber, hingga kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Direktur IT Digital Telkom, Faizal Rochmad Djoemadi, mengatakan pemerataan akses keuangan digital membutuhkan infrastruktur teknologi yang kuat dan terintegrasi.
"Pemerataan sistem keuangan digital membutuhkan fondasi teknologi yang kuat dan terintegrasi secara end-to-end. Dengan kekuatan infrastruktur, pengelolaan data, keamanan siber, dan AI, kami ingin membangun ekosistem yang inklusif, aman, dan dapat ditingkatkan skalanya," ujar Faizal, Senin (28/9/2026).
BACA JUGA:150 Teknisi Telkom Akses Pulihkan Jaringan NTT dalam 3 Hari Pascagempa
Menurut dia, penguatan infrastruktur tersebut penting agar layanan keuangan digital dapat menjangkau masyarakat di berbagai wilayah, termasuk daerah terluar Indonesia.
Tekan Beban Investasi Teknologi
Pemanfaatan infrastruktur digital bersama dapat memberikan alternatif bagi lembaga keuangan yang menghadapi kebutuhan investasi teknologi yang semakin besar.
Telkom menyebut bank, Bank Perkreditan Rakyat (BPR), koperasi, hingga perusahaan pembiayaan (multifinance) dapat memanfaatkan layanan cloud dan data center. Skema tersebut memungkinkan lembaga keuangan mengakses kapasitas teknologi tanpa harus membangun seluruh infrastruktur secara mandiri.
Bagi sektor perbankan, integrasi teknologi juga dapat mendukung sejumlah proses layanan, mulai dari pembukaan rekening melalui electronic Know Your Customer (e-KYC), pembayaran digital, hingga pemrosesan transaksi QRIS.
Sementara bagi penyelenggara layanan keuangan, dukungan konektivitas dan teknologi dapat digunakan untuk memperluas kanal pembayaran serta meningkatkan efisiensi proses bisnis.
Aspek keamanan juga menjadi bagian penting karena pertumbuhan transaksi digital berjalan beriringan dengan kebutuhan perlindungan data dan mitigasi risiko penipuan.
Telkom menempatkan pengelolaan data, keamanan siber dan teknologi AI sebagai bagian dari portofolio yang dapat mendukung kebutuhan pengawasan dan penguatan sistem anti-fraud di sektor keuangan.
Infrastruktur Jadi Fondasi Ekonomi Digital
Kolaborasi Telkom dan Danantara tersebut membawa agenda yang lebih luas dari sekadar digitalisasi layanan keuangan. Infrastruktur konektivitas, pusat data, komputasi awan, dan keamanan siber menjadi bagian dari fondasi yang menopang aktivitas ekonomi digital.
Dengan infrastruktur yang terintegrasi, lembaga keuangan dapat memperluas layanan, sementara pelaku usaha dan masyarakat memperoleh lebih banyak akses terhadap kanal transaksi digital.
Telkom menyatakan akan terus mengembangkan portofolio Telkom Solution untuk mendukung transformasi digital di sektor keuangan dan berbagai sektor ekonomi lainnya.
Penguatan ekosistem tersebut juga diarahkan untuk mendukung kedaulatan digital Indonesia, dengan mengoptimalkan kapabilitas teknologi, pengelolaan data, keamanan siber dan AI sebagai bagian dari infrastruktur ekonomi nasional.
