Tetap Bugar Saat Ramadan! Ini Cara Aman dan Optimal Berolahraga Saat Puasa Menurut Pakar

Tips olahraga saat puasa Ramadan agar tetap bugar dan tidak dehidrasi. Simak waktu terbaik olahraga, jenis latihan yang aman, serta saran dari coach fitness.

Mar 9, 2026 08:00 · 7 bulan lalu
Tetap Bugar Saat Ramadan! Ini Cara Aman dan Optimal Berolahraga Saat Puasa Menurut Pakar
Tetap Bugar Saat Ramadan! Ini Cara Aman dan Optimal Berolahraga Saat Puasa Menurut Pakar

INFOBAIK I BANDUNG ,– Bulan Ramadan sering membuat banyak orang memilih mengurangi aktivitas fisik demi menjaga energi selama berpuasa. Padahal, olahraga tetap penting untuk menjaga kebugaran tubuh meski tidak makan dan minum seharian.

Founder sekaligus pelatih dari SANA Studio, Laila Munaf menegaskan bahwa puasa bukanlah alasan untuk berhenti berolahraga. Dengan melakukan beberapa penyesuaian, aktivitas fisik tetap bisa dilakukan secara aman dan optimal selama Ramadan.

Menurut Laila, kunci utama olahraga saat puasa adalah menyesuaikan waktu dan intensitas latihan agar tubuh tidak mengalami kelelahan atau dehidrasi.

“Ramadan bukan sesuatu yang bisa menjadi halangan. Tapi memang ada penyesuaian yang bisa kita buat,” ujar Laila 

Ubah Waktu Olahraga agar Tubuh Tetap Fit

Bagi orang yang sudah terbiasa berolahraga sebelum Ramadan, perubahan jadwal latihan menjadi salah satu langkah penting. Misalnya, jika biasanya berlari di pagi hari, maka waktu olahraga bisa dipindahkan ke sore hari menjelang waktu berbuka.

Dengan cara ini, tubuh tetap mendapatkan aktivitas fisik tanpa harus terlalu lama menahan rasa haus setelah berolahraga.

“Kalau biasanya lari 45 menit di pagi hari, bisa digeser ke sore sekitar pukul 17.00. Jadi setelah olahraga tidak lama lagi waktu berbuka, sehingga risiko dehidrasi lebih kecil,” jelasnya.

Latihan Beban Tetap Bisa Dilakukan

Bagi pecinta latihan kekuatan seperti angkat beban atau gym, olahraga tersebut tetap dapat dilakukan selama puasa. Namun, intensitasnya sebaiknya diturunkan agar tubuh tidak terlalu terbebani.

Waktu terbaik untuk latihan kekuatan adalah setelah sahur atau setelah berbuka puasa. Pada waktu tersebut, tubuh memiliki energi yang cukup dari asupan makanan.

“Strength training bisa dilakukan di pagi hari setelah sahur dengan gerakan low impact. Atau bisa juga setelah buka puasa karena tubuh sudah mendapatkan energi kembali,” tambah Laila.

Ramadan Jadi Waktu Tepat Memulai Olahraga

Menariknya, Laila juga menilai Ramadan justru bisa menjadi momen yang tepat bagi seseorang untuk mulai membangun kebiasaan olahraga.

Bulan puasa dikenal sebagai waktu refleksi diri dan membangun kebiasaan baik, termasuk menjaga kesehatan tubuh melalui aktivitas fisik ringan.

“Ramadan adalah bulan yang mindful, bulan refleksi. Jadi memulai olahraga di bulan ini justru bisa menjadi waktu yang sangat tepat,” katanya.

Mulai dari Aktivitas Ringan

Bagi pemula, olahraga tidak harus langsung berat. Aktivitas sederhana seperti berjalan kaki juga sudah cukup untuk menjaga tubuh tetap aktif.

Contohnya, turun satu halte lebih awal saat menggunakan transportasi umum atau memarkir kendaraan sedikit lebih jauh dari tempat tujuan agar ada kesempatan untuk berjalan kaki.

Selain itu, olahraga yang bersifat mindful seperti yoga atau pilates juga bisa menjadi pilihan yang tepat selama Ramadan. Jenis olahraga ini tidak hanya bermanfaat untuk kesehatan fisik, tetapi juga membantu menjaga keseimbangan mental.

Dengan pengaturan waktu, intensitas latihan yang tepat, serta pilihan olahraga yang sesuai, puasa tidak lagi menjadi penghalang untuk tetap aktif dan sehat selama bulan Ramadan.