Training Center PTDI Bakal Jadi Role Model Pelatihan Industri Berstandar Global

Menaker Yassierli mendorong Dirgantara Indonesia Training Center PTDI menjadi role model pusat pelatihan SDM industri berstandar global dan berpotensi menjadi revenue stream.

Aug 30, 2026 12:00 · 1 bulan lalu
Training Center PTDI Bakal Jadi Role Model Pelatihan Industri Berstandar Global
Training Center PTDI Bakal Jadi Role Model Pelatihan Industri Berstandar Global

INFOBAIK I BANDUNG – Pengembangan tenaga kerja berkompetensi global menjadi perhatian pemerintah seiring meningkatnya kebutuhan industri terhadap sumber daya manusia (SDM) dengan keahlian yang semakin spesifik. 

Karena itu, keberadaan pusat pelatihan yang terhubung langsung dengan kebutuhan industri dinilai penting untuk mempersempit kesenjangan kompetensi tenaga kerja.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) RI Yassierli berharap Dirgantara Indonesia Training Center milik PT Dirgantara Indonesia (Persero) atau PTDI dapat berkembang menjadi role model pusat pelatihan terintegrasi yang menghubungkan kebutuhan industri dalam negeri dengan standar dan praktik industri internasional.

Harapan tersebut disampaikan Yassierli saat menyaksikan peresmian Dirgantara Indonesia Training Center dalam rangkaian puncak peringatan HUT ke-50 PTDI. Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti sebagai simbol dimulainya pemanfaatan fasilitas tersebut untuk pengembangan kompetensi dan peningkatan kualitas SDM.

"Saya berharap Dirgantara Indonesia Training Center ini dapat menjadi role model pusat pelatihan terintegrasi antara industri dalam dan luar negeri, dengan modul kurikulum yang paling up-to-date, serta menghasilkan lulusan yang diakui tidak hanya secara nasional tetapi juga internasional," ujar Yassierli, Sabtu (29/8/2026)

Menurut dia, keberadaan pusat pelatihan yang terintegrasi dengan industri dapat menjadi salah satu instrumen penting dalam menyiapkan tenaga kerja yang mampu mengikuti perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan dunia kerja.

Dirgantara Indonesia Training Center diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas peningkatan keterampilan internal perusahaan, tetapi juga membangun ekosistem pelatihan yang memiliki keterkaitan dengan industri, lembaga pendidikan, serta mitra internasional.

Direktur Utama PTDI Gita Amperiawan mengatakan pembangunan pusat pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan memperkuat kesiapan SDM, selain memastikan kesiapan teknologi dan kemampuan produksi industri dirgantara nasional.

"Peresmian Dirgantara Indonesia Training Center hari ini menandakan bahwa di samping kesiapan teknis, kami juga siap mencetak dan menyiapkan SDM berkualitas," kata Gita.

Sejak soft launching pada Januari 2024, Dirgantara Indonesia Training Center telah menyelenggarakan 17 jenis pelatihan dengan total 140 peserta. 

"Dari jumlah tersebut, sebanyak 60 orang saat ini berada di Korea Selatan untuk mendukung kebutuhan mitra strategis PTDI melalui Strategic Cooperation Agreement dengan Korean Aerospace Industries (KAI),"ungkapnya

Gita mengatakan, ke depan PTDI akan mengembangkan kemampuan pelatihan dan sertifikasi di dalam perusahaan. Kualifikasi dan sertifikasi yang sebelumnya harus dilakukan di luar negeri ditargetkan dapat dilakukan secara in-house.

Langkah tersebut sekaligus membuka peluang bagi fasilitas pelatihan PTDI untuk berkembang dari sekadar mendukung kebutuhan internal menjadi salah satu sumber pendapatan perusahaan.

"Dari yang tadinya merupakan spending money, kini kami harapkan dapat menjadi potensi pendapatan (revenue stream) bagi perusahaan," ujarnya.

Perluas Kerja Sama Industri

Peresmian Dirgantara Indonesia Training Center menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-50 PTDI yang mengusung tema "Golden Legacy, Global Horizon: Menjaga Kedaulatan Bangsa, Mengangkasa di Panggung Dunia."

Selain pengembangan SDM, momentum tersebut ditandai dengan penandatanganan sejumlah kerja sama strategis PTDI dengan PT Falah Inovasi Teknologi, PT Samson Tiara, PT Inti Steel Sejahtera, INA, Inc., dan AMMROC.

Kerja sama tersebut mencakup pengembangan teknologi digital, fasilitas dan jasa training, Global Training Provider, serta Technical Rectification C295.

PTDI juga menjalankan sejumlah agenda pengembangan masyarakat dan penguatan ekosistem usaha, antara lain penyerahan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan Sertifikat Halal bagi UMKM binaan.

Di sektor ketahanan pangan, PTDI menandatangani komitmen bersama dengan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat, Paguyuban Pasundan, serta PT Santana Manggala Karya untuk memperkuat pengembangan sorgum bersama mitra di Jawa Barat.

Dukungan lainnya diberikan melalui program pendidikan "DI Goes to School" dan Edutainment, perbaikan dua ruang kelas SD 187 Lanuma Husein bersama Defend ID, serta penghijauan dengan penanaman 50 bibit pohon.

PTDI juga berkontribusi dalam pengembangan komponen mobil hidrogen Tim Antasena Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) yang dipersiapkan untuk mengikuti kompetisi di Eropa pada 2027.

HUT ke-50 PTDI

Puncak peringatan HUT ke-50 PTDI turut diisi bazar dan pameran UMKM binaan, promo Edutainment sebesar 50 persen, serta Runtainment 5K.

Kegiatan lari tersebut dilepas Direktur Utama PTDI Gita Amperiawan bersama Direktur Utama PT Len Industri (Persero) Joga Dharma Setiawan dan diikuti sekitar 1.500 peserta dari komunitas lari, karyawan, tamu undangan, direksi, serta manajemen PTDI.

PTDI juga memberikan penghargaan kepada para pemenang Piala Dirgantara dan Reporter Cilik, termasuk penghargaan atas pencapaian rekor MURI.

Rangkaian peringatan HUT ke-50 tersebut juga mencakup khitanan massal dan santunan kepada 50 anak yatim serta kegiatan donor darah bersama PMI yang diikuti 115 karyawan PTDI.

Penguatan fasilitas pelatihan, kerja sama industri, dan keterlibatan mitra internasional, Dirgantara Indonesia Training Center diarahkan tidak hanya menjadi fasilitas peningkatan kompetensi SDM PTDI, tetapi juga bagian dari upaya membangun standar pelatihan industri dirgantara yang lebih kompetitif di tingkat nasional dan internasional.