Transformasi Wisata Jabar: Era Baru Pariwisata Berbasis Rel Dimulai!

Transformasi pariwisata Jawa Barat memasuki babak baru. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Provinsi Jawa Barat tengah mematangkan konsep wisata berbasis jalur kereta api dengan menggandeng dua raksasa transportasi nasional: PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) dan PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Aug 5, 2025 08:23 · 1 tahun lalu
Transformasi Wisata Jabar: Era Baru Pariwisata Berbasis Rel Dimulai!
Transformasi Wisata Jabar: Era Baru Pariwisata Berbasis Rel Dimulai!

INFOBAIK I BANDUNG, — Transformasi pariwisata Jawa Barat memasuki babak baru. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Provinsi Jawa Barat tengah mematangkan konsep wisata berbasis jalur kereta api dengan menggandeng dua raksasa transportasi nasional: PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) dan PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Langkah ini dimulai dengan kunjungan kerja strategis ke Kantor Pusat KCIC di Jakarta pada Senin, 4 Agustus 2025. Pertemuan ini merupakan kelanjutan dari rapat koordinasi yang digelar pada 31 Juli 2025 lalu, yang mempertegas komitmen kolaborasi lintas sektor untuk menggairahkan sektor pariwisata melalui moda transportasi kereta api.

Kepala Disparbud Jabar, Iendra Sofyan, menegaskan pentingnya keberadaan kereta cepat Whoosh sebagai kekuatan ekonomi baru yang harus dimanfaatkan secara optimal dalam konteks pariwisata. "PT KCIC adalah bagian dari pembangunan ekonomi. Tugas kami adalah mengondisikan dan mengkolaborasikan potensi ini agar berdampak pada sektor pariwisata," ungkapnya.

Sebagai langkah konkret, Disparbud Jabar menyiapkan program Super/Hot Deals yang akan mengedepankan prinsip 3A: Aksesibilitas, Amenitas, dan Atraksi. Paket-paket wisata ini akan dirancang untuk mempermudah wisatawan menjelajahi berbagai destinasi unggulan dengan kemudahan transportasi berbasis rel.

Disparbud Jabar juga akan berkoordinasi erat dengan pemerintah kabupaten/kota untuk memastikan kesiapan destinasi yang akan dipromosikan. "Itu menjadi tugas kami di Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah Kabupaten/Kota untuk menyiapkan daya tarik wisatanya. Semakin banyak destinasi yang tersedia, semakin besar pula potensinya," ujar Iendra.

Tidak hanya memanfaatkan jalur cepat Whoosh, Pemprov Jabar juga berambisi menghidupkan kembali potensi wisata di sepanjang jalur rel konvensional. PT KAI kini tengah berencana mereaktivasi empat jalur bersejarah yang memiliki nilai strategis dan estetika tinggi:

Banjar – Cijulang – Pangandaran – Parigi

Garut – Cikajang

Cikudapateuh – Banjaran – Ciwidey

Rancaekek – Tanjungsari

Reaktivasi ini dipandang sebagai peluang besar untuk membangkitkan ekonomi lokal, terutama di kawasan yang selama ini belum sepenuhnya tergarap sektor wisatanya.

Langkah strategis ini juga sejalan dengan tren global: wisata berkelanjutan berbasis transportasi ramah lingkungan. Jalur kereta dianggap sebagai moda transportasi masa depan yang tidak hanya efisien tetapi juga memiliki nilai nostalgia dan edukasi tersendiri.

Kolaborasi lintas sektor antara Disparbud Jabar, KCIC, dan KAI dinilai mampu menciptakan ekosistem pariwisata yang terintegrasi, inklusif, dan siap mendukung target Indonesia Emas 2045 dari sektor ekonomi kreatif dan pariwisata.

Dengan pendekatan ini, Jawa Barat tak hanya memperkuat citranya sebagai destinasi wisata unggulan, tetapi juga sebagai pelopor inovasi wisata berbasis infrastruktur modern dan bersejarah.