UNIKOM Kukuhkan Dua Guru Besar, Tegaskan Peran Strategis Ilmu di Era Transformasi Digital
UNIKOM mengukuhkan dua Guru Besar, Prof. Lilis Puspitawati dan Prof. Dewi Kurniasih, menegaskan peran strategis ilmu akuntansi berbasis AI dan sosiologi pemerintahan di era transformasi digital.
INFOBAIK I BANDUNG,-Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) kembali menegaskan marwah akademik dan komitmennya dalam pengembangan ilmu pengetahuan dengan menyelenggarakan Sidang Terbuka Senat dalam rangka Pengukuhan Guru Besar bagi dua pengajar terbaiknya.
Kegiatan berlangsung khidmat di Auditorium Lantai 17 Smart Building UNIKOM dan menjadi tonggak penting dalam perjalanan institusi sebagai perguruan tinggi berbasis teknologi.
Dua pengajar yang dikukuhkan adalah Prof. Lilis Puspitawati, SE, M.Si., Ak., CA. sebagai Guru Besar Bidang Sistem Informasi Akuntansi, serta Prof. Dr. Hj. Dewi Kurniasih, S.IP., M.Si. sebagai Guru Besar Bidang Sosiologi Pemerintahan.
Pengukuhan ini tidak hanya menandai pencapaian akademik tertinggi, tetapi juga memperkuat kepemimpinan intelektual UNIKOM dalam menjawab tantangan transformasi digital dan perubahan sosial.
Sidang Terbuka Senat dipimpin dan dibuka langsung oleh Ketua Senat sekaligus Rektor UNIKOM, Eddy Soeryanto Soegoto, yang juga menjabat sebagai Ketua APTISI Jawa Barat. Agenda dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan Guru Besar dari Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Umi Narimawati.
Rangkaian acara semakin bermakna dengan menyampaikan profil perjalanan akademik masing-masing Guru Besar. Tayangan tersebut memotret dedikasi panjang dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat sejak awal berkarya di UNIKOM hingga mencapai jabatan akademik tertinggi.
Sebagai puncak agenda akademik, kedua Guru Besar menyampaikan orasi ilmiah yang merefleksikan kontribusi keilmuan mereka. Dalam orasinya, Prof. Lilis Puspitawati menekankan pentingnya penguatan sistem informasi akuntansi berbasis kecerdasan buatan sebagai fondasi transparansi, akuntabilitas, dan tata kelola organisasi modern. Gagasan tersebut juga dituangkan dalam karya berjudul Artificial Intelligence dan Masa Depan Akuntansi, yang menyoroti peran teknologi cerdas dalam menghadapi era ekonomi digital.
Sementara itu, Prof. Dewi Kurniasih dalam orasi ilmiahnya mengulas pemikiran yang tertuang dalam buku Pemberdayaan Civil Society dalam Kerangka Good Governance di Era Pemerintahan Digital.
Ia menekankan bahwa teknologi digital telah menjadi struktur sosial baru yang mengubah hubungan negara, masyarakat sipil, dan sektor swasta. Dalam konteks Indonesia, Prof. Dewi menyoroti pentingnya integrasi nilai-nilai lokal, partisipasi publik, dan kolaborasi multipihak sebagai landasan menuju Indonesia Emas 2045.
Prosesi pengukuhan kemudian dilanjutkan dengan pemasangan kalung Guru Besar UNIKOM serta penyerahan sertifikat yang diberikan oleh Rektor UNIKOM, didampingi Wakil Rektor I Bidang Akademik. Dalam sambutannya, Prof. Eddy Soeryanto Soegoto menyampaikan bahwa pengukuhan Guru Besar bukan sekedar seremoni administratif, melainkan lahirnya energi keilmuan baru bagi institusi.
“Profesor adalah simbol integritas akademik sekaligus motor penggerak transformasi penelitian.Ilmu pengetahuan harus melampaui publikasi dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat melalui hilirisasi inovasi,” ujarnya, Sabtu (18/2/2026).
Prof Eddy juga menyoroti masih rendahnya rasio Guru Besar di Indonesia yang baru berkisar 3–4 persen dari total dosen nasional, jauh dari target ideal 10 persen menuju Indonesia Emas 2045. Dengan bertambahnya Guru Besar, UNIKOM diharapkan mampu memperkuat budaya penelitian kolaboratif serta melahirkan kepemimpinan intelektual yang berkelanjutan.
Apresiasi juga datang dari Ketua LLDIKTI Wilayah IV, Lukman, yang menyampaikan Berbagai melalui tayangan video. Ia menilai UNIKOM sebagai salah satu perguruan tinggi swasta yang konsisten dalam mendorong peningkatan jabatan akademik tertinggi. Dengan 11 Guru Besar aktif, UNIKOM termasuk perguruan tinggi swasta dengan jumlah profesor terbanyak di wilayah Jawa Barat dan Banten.
Dukungan serupa disampaikan oleh Ketua Paguyuban Profesor Edi Setiadi dan Ketua Persatuan Guru Besar Indonesia Puwadhi. Keduanya menegaskan bahwa jabatan Guru Besar merupakan amanah strategis untuk terus berkontribusi bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan bangsa.
Pengukuhan dua Guru Besar ini semakin memperkokoh posisi UNIKOM sebagai perguruan tinggi berbasis teknologi yang adaptif terhadap dinamika zaman. Dengan komitmen pada penelitian, inovasi, dan pengabdian, UNIKOM terus melangkah menjadi institusi pendidikan tinggi yang berdaya saing dan berdampak bagi pembangunan berkelanjutan.
