Viral di Jember! Remaja Edarkan Uang Palsu Pakai Modus Anak Keci
Viral di Jember, remaja nekat edarkan uang palsu dengan modus menyuruh anak kecil belanja di warung. Aksi terbongkar, pelaku langsung ditangkap warga.
INFOBAIK I JEMBER,- Aksi nekat seorang remaja di Kabupaten Jember mendadak viral dan menyita perhatian publik. Pelaku kedapatan mengedarkan uang palsu dengan modus tak biasa—memanfaatkan anak kecil untuk berbelanja di warung agar aksinya tidak terdeteksi.
Peristiwa ini terjadi di Desa Wirowongso, Kecamatan Ajung, dan terekam dalam video amatir warga yang kemudian ramai beredar di media sosial. Dalam rekaman tersebut, terlihat situasi tegang saat warga mengamankan pelaku setelah aksinya terbongkar.
Kronologi kejadian bermula ketika remaja tersebut datang menggunakan sepeda motor dan membawa sejumlah uang palsu. Untuk menghindari kecurigaan, ia menyuruh seorang anak kecil membeli barang di warung kelontong menggunakan uang tersebut.
Namun, rencana licik itu gagal. Pemilik warung yang teliti langsung curiga dengan kondisi uang yang diterima. Setelah dilakukan pengecekan sederhana, uang tersebut dipastikan palsu. Saat dimintai keterangan, anak kecil itu mengaku hanya disuruh oleh pelaku.
Warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung bergerak cepat. Tanpa menunggu lama, pelaku berhasil diamankan secara beramai-ramai sebelum akhirnya diserahkan ke pihak kepolisian.
Seorang warga setempat, Adi, mengungkapkan bahwa aksi serupa diduga sudah pernah terjadi sebelumnya dan cukup meresahkan masyarakat. Modus memanfaatkan anak kecil dinilai sangat merugikan dan berbahaya.
Pihak Polsek Ajung yang menerima laporan segera turun ke lokasi untuk mengamankan pelaku beserta barang bukti. Dari tangan pelaku, polisi menyita sejumlah uang palsu berbagai pecahan, satu unit sepeda motor, serta handphone yang diduga digunakan untuk mendukung aksinya.
Saat ini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap asal-usul uang palsu tersebut serta kemungkinan adanya jaringan yang lebih besar di balik kasus ini.
Polisi juga mengimbau masyarakat, khususnya para pedagang dan pemilik warung, agar lebih waspada dalam menerima uang tunai. Pemeriksaan sederhana seperti meraba tekstur, melihat warna, dan menerawang uang menjadi langkah penting untuk menghindari peredaran uang palsu.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa kejahatan terus berkembang dengan berbagai modus baru. Kewaspadaan dan kepedulian lingkungan menjadi kunci utama untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.
