Viral! Wakil Bupati Lebak Ngamuk di Acara Halalbihalal
Viral Wakil Bupati Lebak marah saat halalbihalal usai diduga disebut mantan napi oleh Bupati. Video insiden ini ramai di media sosial dan jadi sorotan publik.
INFOBAIK I LEBAK – Suasana hangat acara halalbihalal di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lebak mendadak berubah tegang. Wakil Bupati Lebak, Amir Hamzah, menjadi sorotan publik setelah video dirinya marah dan meninggalkan acara viral di media sosial, Senin (30/3/2026).
Dalam rekaman yang beredar luas, Amir Hamzah terlihat emosi hingga harus ditenangkan sejumlah aparatur sipil negara (ASN) yang hadir. Momen tersebut terjadi saat acara resmi yang semula berlangsung penuh keakraban usai Lebaran.
Insiden ini diduga dipicu oleh pernyataan Bupati Lebak, Hasbi Jayabaya, dalam sambutannya. Di hadapan para ASN, Hasbi menyebut wakilnya sebagai “mantan narapidana”, yang sontak memicu reaksi keras.
“Masih untung wakil bupati, mantan narapidana,” ujar Hasbi dalam video yang kini ramai diperbincangkan publik.
Ucapan tersebut diduga membuat Amir Hamzah merasa tersinggung dan tidak dihargai dalam forum resmi. Tanpa banyak kata, ia langsung berdiri dari kursinya dan memilih walk out dengan ekspresi marah, meninggalkan ruangan acara.
Sejumlah ASN yang menyaksikan kejadian itu tampak kaget dan berupaya meredam situasi agar tidak semakin memanas. Namun ketegangan sudah terlanjur terjadi dan menjadi perhatian banyak pihak.
Tak butuh waktu lama, video insiden ini menyebar cepat di berbagai platform media sosial. Publik pun ramai-ramai mengomentari, mulai dari menyayangkan pernyataan tersebut hingga menyoroti dinamika hubungan antara kepala daerah dan wakilnya.
Hingga kini, belum ada klarifikasi resmi dari kedua belah pihak terkait peristiwa tersebut. Masyarakat pun masih menunggu penjelasan lengkap guna mengetahui kronologi sebenarnya di balik insiden yang menghebohkan ini.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya menjaga etika komunikasi, terlebih dalam forum resmi pemerintahan yang disaksikan banyak pihak. Selain itu, keharmonisan hubungan pimpinan daerah juga dinilai krusial demi menjaga stabilitas kinerja pemerintahan.
